Pendidikan & Kesehatan

Warga Malang Lakukan Gerakan Massal Lawan Covid-19

Pembagian masker, hand sanitizer dan vitamin sebagai gerakan melawan Covid-19.

Malang(beritajatim.com) – Pandemi virus corona Covid-19 menjadi musuh bersama secara global. Di dalam negeri penyebarannya begitu cepat, bahkan 309 orang dinyatakan positif terjangkit Covid-19, 25 orang meninggal dunia dan 15 orang dinyatakan sembuh dari virus ini.

Sejumlah daerah mulai menyatakan kondisi darurat. Beberapa daerah lainnya bersiaga, mendeklarasikan diri perang melawan Covid-19. Gerakan-gerakan yang dilakukan antara lain memberikan edukasi, kemudian membagikan alat pelindung diri seperti masker, hand sanitizer, dan vitamin. Semua diberikan secara gratis oleh TNI dan Polri di Lapangan Rampal, Kota Malang.

“Tentunya semangat gotong royong, peduli bersama dan keinginan untuk segera memberantas Covid-19. Kegiatan ini diharapkan juga dapat menginsipirasi masyarakat, serta memberikan edukasi pencegahan corona,” ujar Danrem 083/Baladika Jaya Kolonel Inf. Zainuddin, Jumat, (20/3/2020).

Semua warga yang melakukan aktivitas olahraga di Lapangan Rampal diberi secara gratis. Pun dengan jurnalis yang terlibat dalam peliputan kegiatan ini. Lapangan Rampal dipilih sebagai kegiatan sosialisasi dan pembagian karena merupakan tempat berkumpulnya banyak orang.

Langkah lain adalah warga yang datang ke Rampal wajib masuk ke bilik sterilisasi milik Pemerintah Kota Malang, bernama .”Sarcovid” milik relawan bersatu melawan corona.

Di dalam bilik disemprotkan disinfektan ke seluruh bagian tubuh. Selain itu, juga diperiksa suhu tubuhnya dengan thermal sceener.

“Warga yang berolahraga disini sudah pasti sehat karena menjalani pemeriksaan dan melewati SiCo. Jangan takut berolahraga, bikin sehat dan berkeringat untuk membuang toxin dalam tubuh. Kena sinar matahari juga sangat bagus untuk imun tubuh. Apalagi lapangan ini sangat luas, masyarakat tidak perlu berkumpul saat berolahraga,” papar Zainuddin.

Sementara itu, perwakilan organisasi masyarakat, Ketua PD IX GM FKPPI Jawa Timur, Ir. Agoes Soerjanto menilai, kegiatan sosial seperti ini merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan rasa nasionalisme. Menurutnya, Covid-19 bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab semua elemen

“Bangsa Indonesia dibikin panik dengan virus ini. Untuk itu, hari ini berbagai elemen bersatu untuk melawan corona. Sebab upaya ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab semua elemen,” tandasnya. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar