Pendidikan & Kesehatan

Warga Isoman di Ponorogo Berjuang Sendiri, Tak Dapat Bantuan Lagi

Kepala Dinsos PPPA Supriyadi. [Foto/dok.beritajatim.com]

Ponorogo (beritajatim.com) – Ada beberapa kebijakan penanganan Covid-19 di tahun 2021 ini berubah. Salah satunya tidak adanya santunan bagi ahli waris pasien Covid-19 yang meninggal. Selain itu, di Ponorogo juga ada yang berubah. Yakni terkait dengan penanganan warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman). Jika sebelumnya mereka diberi bantuan, mulai akhir Januari lalu Pemkab Ponorogo membuat kebijakan menghapus bantuan tersebut.

“Bantuan untuk warga yang isoman itu terakhir diberikan pada akhir Januari lalu,” kata Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Ponorogo Supriyadi, Kamis (18/3/2021).

Supriyadi menyebut pihaknya mendapatkan surat konfirmasi penghentian bantuan isolasi mandiri dari Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Pasalnya, anggaran bantuan tersebut dialihkan ke anggaran penanganan Covid-19 yang lebih prioritas.

“Anggaran bantuan itu dialihkan ke penanganan Covid-19 yang lebih prioritas,” katanya.

Wujud bantuan isolasi mandiri ini yakni telur, sembako, buah dan vitamin. Diberikan selama 14 hari bagi mereka yang melakukan isolasi mandiri. Dinsos P3A mengakui jika bantuan isolasi mandiri cukup membantu bagi yang melakukan isoman. Apalagi mereka saat isoman pasti tidak bekerja. Supri menambahkan tahun lalu, bantuan untuk warga isoman ini, Pemkab Ponorogo menghabiskan anggaran sebanyak Rp 174 juta.

“Sebenarnya bantuan ini sangan membantu warga yang menjalani isoman. Tetapi kita juga harus menjalankan keputusan satgas penanggulangan Covid-19 Ponorogo terkait penghentian bantuan ini,” pungkasnya. (end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar