Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Warek Universitas Jember Asal Sumenep Termasuk Ilmuwan Top Dunia

Jember (beritajatim.com) – Bambang Kuswandi, Wakil Rektor III Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, termasuk dalam daftar 58 ilmuwan asal Indonesia yang paling berpengaruh di dunia versi Stanford University Amerika Serikat.

Stanford University mencatat ada 159.648 ilmuwan dari berbagai negara yang dianggap berpengaruh di dunia. Menurut siaran pers Humas Unej, Jumat (29/10/2021), Bambang menempati peringkat ketiga dari 58 ilmuwan asal Indonesia tersebut. Bambang sendiri adalah guru besar dan peneliti asal Fakultas Farmasi yang berfokus pada pengembangan sistem sensor kimia dan biologi untuk obat, pangan dan kesehatan.

Bambang bersyukur menerima penghargaan itu. “Tentu saja penghargaan ini menjadi penyemangat bagi saya untuk lebih giat meneliti, dan bersyukur jika ternyata hasil penelitian saya dijadikan rujukan oleh peneliti lain,” kata pria asal Kabupaten Sumenep, Madura ini.

Stanford University secara berkala menggelar pemeringkatan ilmuwan yang dinilai memiliki pengaruh di dunia melalui publikasi ilmiah bertajuk Data for Updated Science-Wide Author Databases of Standarized Citation Indicators. Pemeringkatan dibuat berdasarkan jumlah sitasi publikasi atas karya tulis ilmiah yang sudah dipublikasikan di jurnal bereputasi tingkat dunia.

Semakin banyak peneliti yang merujuk kepada penelitian ilmuwan itu, maka artinya penelitian tersebut dinilai memberikan dampak luas bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bambang sudah menerbitkan 70 karya tulis ilmiah hasil penelitiannya mengenai sensor kimia dan biologi di berbagai jurnal ilmiah internasional. Penelitian tentang sensor kimia dan biologi sudah diawalinya sejak menempuh kuliah pascasarjana di University of Manchester Institute of Science and Technology (UMIST) di Inggris pada 1997.

“Saya memilih berfokus pada sensor kimia dan biologi, karena aplikasinya dibutuhkan oleh masyarakat luas. Sementara untuk pengembangannya tidak selalu memerlukan standar laboratorium yang canggih,” kata Bambang. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar