Pendidikan & Kesehatan

Wali Murid SMP di Gresik Tetap Tolak Belajar Tatap Muka 

Foto ilustrasi

Gresik (beritajatim.com) – Pembukaan pembelajaran secara tatap muka tidak serta merta diputuskan dibuka begitu saja. Kendati wilayah Kabupaten Gresik masih zona oranye di tengah pandemi Covid-19.

Dinas Pendidikan (Dispendik) setempat tetap meminta persetujuan dari seluruh wali murid. Namun, dari persetujuan itu mayoritas wali murid menolak.

Zunaningsih (40) salah satu wali murid dari siswi SMPN 1 Gresik mengisi angket dari sekolah dengan pernyataan penolakan pembelajaran secara tatap muka.

Menurutnya masih adanya pandemi Covid-19, sangat dikuatirkan dan resikonya sangat tinggi. Sehingga, kalau dibuka belajar tatap muka bisa menimbulkan klaster sekolah.

“Saya tidak setuju, dan sudah membicarakan dengan anak saya,” tuturnya, Jumat (25/09/2020).

Plt Kepala SMPN 1 Gresik Sulistyorini mengatakan, sejauh ini angket dari seluruh wali murid baik kelas VII, hingga IX sudah terkumpul. Tapi masih ada beberapa yang kurang. Untuk hasilnya, mayoritas wali murid memilih menolak pembelajaran tatap muka (PTM).

“Angket yang sudah dikumpulkan belum kami rekap berapa yang menolak dan yang setuju. Tapi mayoritas menolak,” katanya.

Guru yang juga Kepala SMPN 3 Gresik itu juga membeberkan hasil poling di SMPN 3. Disana mayoritas wali murid juga menolak  pembelajaran tatap mukan (PTM).

Kendati demikian lanjut dia, secara teknis pihak sekolah sudah siap untuk melaksanakan PTM meski belum maksimal.

“Kebutuhan PTM protokol kesehatan sudah siap. Tinggal menyiapkan bangku saja yang harus berbilik. Karena bilinya itu juga cukup mahal. Per unit Rp 300 ribu,” ungkapnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Gresik Mahin menuturkan, sejauh ini baru ada beberapa sekolah yang melaporkan hasil angketnya. Sebab deadline pengumpulan masih akhir bulan nanti.

“Saya belum tahu apakah wali murid setuju atau tidak,” tuturnya.

Mahin menambahkan, dari hasil angket itu nanti pihaknya bersama dengan Kepala Cabang Dispendik Jawa Timur di Gresik. Yakni, Puki Astuti dan Kepala Kemenag Markus akan melakukan rapat lagi untuk membahas hasil angket.

Kasi Pendidikan Cabang Dispendik Jawa Timur di Gresik, Rita Riana mengaku, sudah ada 90 persen angket dari SMA dan SMK dilaporkan ke dinas. Hasilnya, untuk SMA 90 persen setuju PTM sedangkan SMK 97 persen setuju PTM.

“Mayoritas setuju, tetap keputusan PTM ada di bupati. Nanti kita tinggal menyesuaikan. Kalau untuk kesiapan sekolah sudah siap tinggal menunggu lampu hijau dari bupati,” tandasnya. (dny/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim Foto

Air Terjun Telunjuk Raung

Foto-foto Longsor di Ngetos Nganjuk