Pendidikan & Kesehatan

Disdik Sebut Pembelajaran Tatap Muka 30 November

Wali Kota Mojokerto: Tunggu Zona Kuning

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari

Mojokerto (beritajatim.com) – Sekolah di Kota Mojokerto sudah mulai mempersiapkan sarana prasarana hingga simulasi jelang pembelajaran tatap muka. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mojokerto menyebut, pembelajaran tatap muka akan digelar pada akhir November 2020.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, Amin Wachid mengatakan, jelang pembelajaran tatap muka sekolah-sekolah sudah melakukan simulasi tanpa siswa. “Kita ada 52 SD Negeri, 11 SMP swasta dan 9 SMP Negeri. Persiapannya, ruangan dan seluruh guru di Kota Mojokerto sudah rapid test,” ungkapnya.

Masih kata Amin, nantinya akan dilakukan rapid test lagi bagi guru SD dan SMP di Kota Mojokerto. Selain itu, sekolah di Kota Mojokerto juga sudah melaksanakan simulasi tanpa siswa. Pembelajaran tatap muka di Kota Mojokerto, tegas Amin, dilakukan akhir November 2020.

“Tanggal 30 November untuk SMP Negeri serentak tapi kami masih menunggu surat tertulis dari Bu Wali. Mereka akan masuk tiga minggu, tanggal 23 kan libur. Paling tidak mereka akan ujian di sekolah, jadwalnya nanti kombinasi daring dan luring. Ada dua opsi, pertama kombinasi daring dan luring dan kedua full,” katanya.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menambahkan, segera mungkin menerapkan pembelajaran secara tatap muka. “Kami sebenarnya sangat ingin tatap muka segera dilakukan. Meskipun waktunya tidak bisa penuh seperti kondisi normal sebelum adanya pandemi,” katanya.

Pemkot Mojokerto, lanjut Ning Ita (sapaan akrab, red) masih menunggu sesegera mungkin apabila Kota Mojokerto sudah masuk di zona kuning. Sehingga pihaknya bisa menstimulasikan berapa jam para siswa di Kota Mojokerto bisa dilakukan tatap muka sekaligus mengatur sistem dan skema lebih tepat.

“Sehingga semuanya tetap bisa mengikuti tatap muka tanpa melanggar protokol kesehatan dan semuanya tetap bisa aman karena saat ini kita ketahui melalui operasi yustisi ini masyarakat masih banyak yang belum taat. Terbukti masih banyak masyarakat yang terjaring operasi yustisi yang dilakukan oleh tim gabungan Gugus Tugas,” jelasnya.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini menambahkan, untuk mendukung jelang pembelajaran secara tatap muka Pemkot Mojokerto melalui Dinas Pendidikan akan segera melakukan simulasi. Karena yang mengenyam pendidikan di Kota Mojokerto tidak hanya warga Kota Mojokerto.

“Kami tidak ingin ketika ini kami buka terus kemudian ada persoalan seperti yang sempat terjadi di salah satu sekolah SMaa yang ada di wilayah selatan sehingga kemudian menggegerkan banyak pihak. Sehingga kami harus berhitung, bersimulasi dulu bagaimana skemanya nanti bagaimana mereka tetap bisa tatap muka tetapi aman bagi semuanya,” jelasnya.

Terkait sarana dan prasana pendidikan di Kota Mojokerto, lanjut Ning Ita, semua sekolah sudah siap. Ning Ita menjelaskan, dari awal pandemi Dinas Pendidikan telah memfasilitasi seluruh sekolah yang ada di Kota Mojokerto untuk mempersiapkan sarana dan prasarana. Yakni sarana prasarana untuk protokol kesehatan.

“Semuanya sudah punya tempat cuci tangan, kemudian apa namanya alat untuk pembelajaran juga sudah dibuat dengan protokol yang ketat dan seterusnya. Artinya kalau sarana prasarana tidak ada masalah, hanya kesiapan bagaimana sistem mengatur supaya aman bagi semuanya,” pungkasnya. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar