Pendidikan & Kesehatan

Wali Kota Mojokerto Bentuk Satgas Percepatan Penanganan Corona

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari memimpin rapat pembentukan Satgas Percepatan Penanganan Corona. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto mengambil langkah cepat dalam penanganan pencegahan virus Corona atau Covid 19 di sejumlah daerah.

Sesuai dengan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 7 Tahun 2020, Wali Kota Ika Puspitasari membentuk Gugus Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) di Ruang Nusantara, Pemkot Mojokerto.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menunjuk Sekretaris Daerah Harlistyati sebagai Komandan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid 19. Pembentukan satgas tersebut tidak lain untuk melindungi warga Kota Mojokerto yang masih sehat agar tidak tertular virus Corona yang saat ini tengah hangat diperbincangkan.

Dalam tugas ini, ada beberapa poin penting dalam percepatan penanganan virus Corona yang harus dipatuhi sesuai dengan protokol penanganannya. Mulai dari protokol penanganan kesehatan, protokol area publik, protokol transportasi umum, protokol area pendidikan/institusi/sekolah, hingga protokol pintu masuk wilayah (bandara, stasiun, terminal dan pelabuhan).

Secara teknis, penanganan penyakit berada di jajaran sektor kesehatan baik dari pemerintah maupun pihak dari Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/D). Kemudian sektor lembaga usaha swasta, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), lembaga non pemerintah, dan perguruan tinggi. Sementara lembaga riset, akan terlibat secara terencana dan terpadu untuk melakukan penguatan pencegahan, percepatan deteksi dan respons.

“Di sini, Wali Kota/Bupati dalam pelaksanaan tugasnya akan dibantu oleh Dandim, Kapolres, Kadinskes, Kepala BPBD serta OPD dan para pihak yang terkait (Pentaheliks),” ungkapnya, Senin (16/3/2020).

Aksi nyata yang telah dilakukan oleh Pemkot Mojokerto, lanjut Ning Ita (sapaan akrab, red), yakni dengan melakukan sosialisasi upaya pencegahan dan penanganan di Polresta Mojokerto, Korem 0815, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) terintegrasi, talk show di radio, kampanye mencuci tangan ddengan sabun/hand sanitizer, kampanye Jatim Sehat, pemantauan kepada orang dalam pemantauan (ODP) selama 14 hari.

“Kami juga sudah mengeluarkan Surat Edaran Wali Kota untuk masyarakat dan Faskes, dalam rangka kewaspadaan. Serta rapat koordinasi dengan Faskes untuk penyiapan sarana prasarana pelayanan sesuai dengan protokol kesehatan,” jelasnya.

Satgas yang dibentuk oleh Pemkot Mojokerto terbagi menjadi tujuh sasaran. Yang pertama Satgas Pendidikan yang dikoordinatori oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota, Satgas Perhubungan yang dikoordinatori oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota, Satgas Pariwisata yang dikoordinatori oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota.

Satgas Informasi dan Komunikasi yang dikoordinatori oleh Asisten Administrasi Umum, Satgas Pemerintahan yang dikoordinatori oleh Asisten Pemerintahan, Satgas Kesehatan yang dikoordinatori oleh Direktur RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo dan Satgas Ekonomi yang dikoordinatori oleh Asisten Ekonomi dan Pengembangan.

Adapun tugas dari Satgas adalah mempercepat penanganan sesuai dengan protokol. Misalnya saja dari Satgas di Bidang Perhubungan, dengan menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun di setiap terminal dan stasiun sesuai dengan kewenangannya. Menyediakan pos pemeriksaan kesehatan yang menyediakan thermal gun dan masker untuk yang ditemukan gejala batuk, pilek dan demam.

Sedangkan untuk Satgas di Bidang Pendidikan adalah melaksanakan kegiatan belajar mengajar di rumah peserta didik masing-masing dengan memberikan tugas yang akan dinilai pada saat masukĀ  sekolahUjian Nasional (UN) yang tetap dilaksanakan sesuai jadwal dengan memperhatikan berbagai prosedur kesehatan yang ditentukan.

“Kami juga menyediakan Call Center yang terintegrasi dengan nomor Dinas Kesehatan dan RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo. Selain itu, melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19 kepada masyarakat agar tidak panik, tapi tetap waspada.

Dan menghimbau kepada masyarakat untuk lebih banyak tinggal di rumah serta menghindari keramaian kecuali untuk kepentingan mendesak. Kami juga menyediakan posko yang terpusat di kantor Pemkot, selain nomor yang terintegrasi,” pungkasnya.[tin/adv]





Apa Reaksi Anda?

Komentar