Pendidikan & Kesehatan

Diprediksi Cair November,

Wakil Ketua DPRD Surabaya Sebut Dana Kampung Tangguh Sangat Terlambat

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti kembali menyoroti perihal insentif dana Kampung Tangguh yang dianggarkan oleh Pemkot Surabaya. Menurutnya, momentum pencairan yang dilakukan terlambat.

“Estimasi kami, pencairan bakal bisa dilakukan di Bulan November. Satu Bulan sebelum Pilwali Surabaya. Ini agak terlambat,” ujar Reni dalam acara Cangkuk’an Demokrasi Sehat Pilwali Surabaya: Netralitas dan Potensi Abuse of Power, Jumat (2/10/2020).

Menurut Reni, semestinya pencairan insentif itu diberikan di medio April 2020 ketika penerapan PSBB jilid II di Surabaya.

“Jadi kami di DPRD pernah melakukan kegiatan reses kurang lebih sekitar bulan April. Pada bulan April itu adalah bisa dikatakan kondisi COVID+19 di Surabaya ini, mungkin dulu kita mendengar ada hitaM, pada waktu itu petanya merah itu artinya dalam kondisi yang pada waktu itu sesungguhnya membutuhkan antisipasi pencegahan yang sangat kuat sehingga para pengurus kampung sangat dibutuhkan untuk mengendalikan COVID-19,” bebernya.

Ketika sudah benar-benar dicairkan, politisi PKS ini pun memastikan jika jajaran legislatif bakal memberikan pengawasan ketat. “Agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan-kepentingan lain terselubung,” tegas Reni.

“Karena ya itu tadi, harusnya di Bulan April itu sudah bisa dicairkan. Secara anggaran pun, di Pemkot Surabaya juga sudah ada,” pungkasnya.(ifw/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar