Pendidikan & Kesehatan

Wakil Ketua DPRD Jember Ini Minta Maaf kepada GTT-PTT

Ayub Junaidi (dok pribadi)

Jember (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaidi meminta maaf kepada guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) karena masih belum berhasil memperjuangkan kesejahteraan mereka. Ia menganggap itu sebagai utang, dan berharap anggota DPRD Jember 2019-2024 bisa melunasinya.

“Teman-teman dan saya pribadi sudah memperjuangkannya berbulan-bulan. Pada APBD 2017 dan 2018, kami sudah mati-matian memperjuangkan. Tapi apa daya, karena situasi dan kondisi seperti itu, pembahasan deadlock. Itu pun kami dihajar habis-habisan, dianggap menghambat. Padahal kami ingin memperjuangkan,” kata Ayub.

Saat itu, DPRD Jember menganggarkan Rp 30 miliar untuk kesejahteraan GTT dan PTT. “Tapi ternyata bupati tidak menyetujui. Saya sekali lagi mohon maaf. Semoga teman-teman DPRD akan datang tetap istikomah memperjuangkan nasibh GTT dan PTT,” kata Ayub.

Sekretaris Komisi D Nur Hasan mengaku sering mendapat pengaduan para guru. “Saya ngenes, dekat dengan guru-guru. Permasalahan-permasalahan ini jadi kanker. Yang memberantas ya goodwill orang nomor satu di Jember, tinggal mau tidak menyelesaikan ini.

Nur Hasan mengatakan, parlemen tetap memperjuangkan nasib para guru. “Tapi kewenangan kami hanya mengusulkan, karena yang memegang anggaran adalah pemerintah. DPRD sekarang tidak bisa mengubah apa yang telah diajukan eksekutif. Kalau zaman Pak Djalal (Bupati MZA Djalal), kami bisa geser (anggaran). Sekarang tidak bisa. Geger (marah) sudah. Titik koma kami tak bisa mengbubah, apalagi angka. Ibaratnya kami sudah jadi stempel. Walau kita tukaran (bertengkar) ya tetap saja,” katanya. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar