Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Wagub Jatim Emil Dardak Pantau Langsung Uji Coba Penerapan Aplikasi PeduliLindungi untuk Prokes Industri

Surabaya (beritajatim.com)  – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak melakukan pengecekan secara mendadak untuk melihat penerapan aplikasi PeduliLindungi dan prokes industri di sektor esensial.

“Kami mengunjungi salah satu dari 44 pabrik di Jawa Timur, dimana sektor esensial yang dijadikan pilot project atau uji coba untuk penerapan prokes pabrik industri. Hasil yang kita diskusikan bersama dengan Menko Marves dan Menteri Perindustrian di Jatim, salah satunya PT Sampoerna ini,” kata Emil ketika melakukan tinjauan di PT HM Sampoerna Rungkut 1, Kota Surabaya, Rabu (25/8/2021).

Pada saat masuk ke area produksi Wagub Emil bertemu dengan para karyawan yang tengah bekerja. “Disini sudah pakai aplikasi Peduli Lindungi semua belum?,” tanya Emil.

“Sudah semua pak, dan makainya juga gampang,” jawab para karyawan pabrik secara serempak sembari mengangkat jempolnya.

Seperti yang diketahui kebijakan pemerintah pusat telah mengizinkan industri esensial dan domestik untuk beroperasi 100 persen per 24 Agustus kemarin.

Emil juga menyampaikan kepada para karyawan agar bersifat terbuka ketika ada keluarga bahkan pekerja tersebut terpapar Covid-19.

“Kalau seseorang dirumahnya ada yang terpapar maka lapor kepada HRD, dijamin itu tidak akan kemudian diputus kerjanya dan lain sebagainya, ini adalah bagian dari proteksi,” tegasnya.

Selain itu, Emil menyebut persentase karyawan pabrik yang tidak menggunakan smartphone sangat sedikit dan pihak pabrik memiliki opsi bagi karyawan yang belum memiliki smartphone untuk menggunakan QR Code yang dicetak.

Mantan Bupati Trenggalek ini juga berkeliling mengecek beberapa fasilitas yang ada di kawasan pabrik seperti kantin, musholla, loker dan pasar.

“Salah satu yang menjadi perhatian betul adalah pengaturan waktu makan dan tempat makan. Dan ternyata dari hasil kunjungan kesini kami lihat bahwa digunakan sistem penyekatan, dan saya senang sekali setiap petugas kantin tersertifikasi untuk higienis dan sehat,” terang Emil.

“Kemudian tempat makan disediakan lebih dan dibuatkan tenda, ditempat makanpun ada penjadwalan untuk masing-masing karyawan, ada juga loker, dan musholla yang disediakan juga secara tersebar sehingga orang tidak perlu mengumpul disatu tempat saat sholat,” imbuhnya

Setelah meninjau secara langsung, Emil bersama dengan jajaran PT HM Sampoerna membahas mengenai persentase kapasitas dalam pelaksanaan uji coba prokes di pabrik tersebut.

“Dalam situasi seperti ini, mendefinisikan kapasitas itu bukan melihat harus sekian persen dari jumlah pegawai, tetapi bagaimana tercapainya jaga jarak tadi didalam waktu kerja,” ujarnya.

“Perihal ini kita akan sampaikan langsung ke Kementerian Perindustrian, tentu juga kita laporkan kepada Ibu Gubernur bahwa pendefinisian kapasitas seyogyanya bukan semata menghitung jumlah pegawai, tapi menghitung efektifitas jaga jarak juga, mudahan ini bisa dipertimbangkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Plan Manager PT HM Sampoerna Rungkut 1, Agung Sulistyo mengatakan kunjungan ini meningkatkan motivasi karyawan serta dapat memberikan efek positif bagi perusahaan.

“Siang ini walaupun agak dadakan kami sudah dikunjungi oleh Bapak Wakil Gubernur. Kami berharap dengan kunjungan ini memberikan hal yang positif kemudian juga sektor industri essensial bisa jalan 100 persen dan tentu aja perekonomian di Jawa Timur semakin baik lagi,” ujarnya. (ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar