Pendidikan & Kesehatan

Wabup Gresik Bu Min Apresiasi Sekolah Agama Irada

Wabup Gresik Aminatun Habibah (Bu Min) menerima cinderamata dari pengurus sekolah agama.

Gresik (beritajatim.com) – Wakil Bupati (Wabup) Gresik Aminatun Habibah atau Bu Min mengapresiasi keberadaan sekolah agama SD Irada. Meski baru berdiri 12 tahun, sekolah ini mampu mendidik siswanya dengan kualitas yang baik.

“Saya mengapresiasi kepada ustadz dan ustadzah di sekolah ini. Meski masih baru, mampu spirit mewujudkan pendidikan yang berkarakter islami ditengah era modernisasi dan digitalisasi,” ujarnya, Selasa (16/03/2021).

Masih menurut Bu Min, dengan memberlakukan full day education sangat pas guna mewujudkan pendidikan berkarakter. Terlebih lagi, memeriahkan peringatan Isra’ Mi’raj.

“Saya berharap sekolah ini bisa memberikan sumber daya manusia anak-anak yang memiliki kualitas terbaik untuk bangsa, dan negara. Khususnya, yang ada di Kabupaten Gresik,” paparnya.

Mantan kepala sekolah ini juga berpesan Isra’ Mi’raj merupakan hadiah bagi umat Islam. Sebab, di kejadian keagamaan itu juga ada ada salat lima waktu yang mengajarkan untuk bersikap disiplin. Selain itu, juga mencegah kita dari perbuatan yang munkar.

“Dari ajaran salat lima waktu itu, kita diajarkan disiplin waktu. Sebab, kalau sudah disiplin karakter dalam diri manusia akan keluar dengan sendirinya,” paparnya.

Sementara itu, Kepala SD Irada Gresik M.Shobirin menyatakan dirinya tidak menyangka di kegiatan Isra’ Mi’raj ini didatangi oleh Wabup Gresik Bu Min.

“Kami mengapresiasi kedatangan Wabup Gresik yang secara tidak langsung memberi semangat anak didik kami,” ungkapnya.

Ia menambahkan, agar sekolah pembelajaran tatap muka (PTM) segera dibuka kembali. Pasalnya, siswanya yang menjalani belajar daring selama satu tahun akibat pandemi Covid-19 sudah rindu ketemu gurunya secara langsung saat belajar.

“Mudah-mudahan pandemi segera berakhir agar seluruh anak didik bisa melaksanakan kegiatan sekolah lagi,” imbuhnya.

Sebelum meninggalkan sekolah, Wabup Gresik Bu Min menerima cinderamata dari SD Irada berupa hasil karya siswa-siswi serta buku Bank Ismac yang merupakan buku hasil competition yang diikuti oleh 800 peserta se-Indonesia pada bulan Januari 2021. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar