Pendidikan & Kesehatan

Vaksinasi, Wali Kota Mojokerto: Dibuka Online, Siapa Saja Boleh Mendaftar

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat mengecek dapur umum di Dinas Sosial Kota Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Selain menghimbau agar taat protokol kesehatan dan mengikuti himbauan pemerintah, Wali Kota Mojokerto menghimbau agar warga mengikuti vaksinasi. Vaksinasi di Kota Mojokerto dibuka secara online dan siapa saja boleh mendaftar.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ialah taat protokol kesehatan. “Tiada lain, tidak bukan adalah prokes. Sampai saat ini, untuk memutus mata rantai penyebaran dan agar tidak sampai meluas, saya himbau masyarakat taat prokes,” ungkapnya.

Masih kata Ketua Satgas Covid-19 Kota Mojokerto ini, menggunakan masker harus tetap digunakan dimanapun berada. Menghindari kerumuman, tidak mendatangi area kerumunan dan lebih banyak di rumah serta tidak berpergian apalagi tidak berkepentingan atau mendesak.

“Cuci tangan menggunakan hand sanitizer, itu juga terus harus kita tegakan. Dan kemudian kegiatan vaksinasi, ini terus kita upayakan secara maksimal. Dari total kuota yang kita dapatkan untuk bulan Juni, sekarang masih tersisa 8 ribu. Namun kita optimis dengan pembukaan secara online, siapa saja boleh mendaftar,” katanya.

Ning Ita (sapaan akrab, red), khususnya yang usia 18 tahun ke atas karena masih dalam kategori rentan. Pihaknya berharap bisa menyelesaikan target sesuai yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan sesuai jumlah vaksin yang ada. Sehingga ia mengimbau agar warga Kota Mojokerto mengikuti vaksin yang ditetapkan pemerintah.

“Jadi saya menghimbau kepada warga Kota Mojokerto, tetap kuatkan protokol kesehatan. Covid ini belum berakhir, pandemi ini masih tetap ada di antara kita jadi kita jaga diri kita, kita jaga keluarga kita dan orang lain agar semuanya selamat dengan tetap taat terhadap protokol kesehatan,” urainya.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto menambahkan, bagi yang memiliki gejala dihimbau agar tidak disembunyikan atau ditutup-tutupi. Dengan menyembunyikan kondisi tersebut maka akan berpotensi menyebar, namun jika terbuka untuk mengikuti himbauan, aturan yang ditetapkan pemerintah maka akan berkontribusi menyelamatkan orang lain.

“Tapi terbuka untuk mau mengikuti himbauan, aturan yang telah ditetapkan pemerintah, di isolasi, diobati dan seterusnya. Maka anda telah berkontribusi menyelamatkan orang lain, tidak hanya memikirkan dirinya sendiri. Ayo bersama-sama bergotong-royong, kita perangi Covid ini bersama-sama agar kita semua tetap sehat,” tegasnya. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar