Pendidikan & Kesehatan

Vaksinasi Pelajar Diharap Bisa Cegah Munculnya Klaster Sekolah

Bojonegoro (beritajatim.com) – Vaksinasi Covid-19 untuk sasaran usia 12 tahun ke atas atau pelajar terus digalakkan. Hal itu diharapkan bisa membantu menekan penyebaran Covid-19 selama proses pembelajaran tatap muka (PTM) yang akan dimulai besok, Selasa (1/9/2021).

Pembelajaran tatap muka terbatas di Kabupaten Bojonegoro ditingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dilakukan dengan skenario 50 persen dari jumlah siswa masuk sekolah dengan durasi waktu 2 jam. PTM dilakukan karena Kabupaten Bojonegoro sudah masuk zona kuning di level Jawa Timur.

“Pasien baru yang terkonfirmasi positif sudah mulai menurun yang di rawat juga turun. Saat ini di Jatim masuk zona kuning, kalau melihat peta sebaran di Bojonegoro sendiri masih merah,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro Triguno Sudjono Prio.

Sehingga, bagi para pelajar yang akan menggelar PTM diharapkan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, para pelajar diharapkan mengikuti program vaksinasi yang saat ini terus digalakkan agar meminimalisir penyebaran Covid-19 di kluster sekolah.

“Prokes wajib tetap dijalankan, bagi siswa yang belum vaksin di arahkan untuk vaksin. Antusias siswa juga bagus, seperti saat ada kunjungan tiga menteri di Bojonegoro saat meninjau vaksinasi di SMP Padangan juga banyak yang ikut,” jelasnya.

Sementara Kepala SMP Negeri 1 Kapas Bambang mengungkapkan, vaksinasi pelajar ini memang belum tuntas dilakukan. Namun, sejumlah upaya untuk menggalakkan vaksinasi itu terus dilakukan. Salah satunya bekerjasama dengan Kodim 0813 Bojonegoro.

“Alhamdulillah kalau anak-anak tidak ada yang terpapar. Kami juga kerjasama dengan Koramil Kapas agar diadakan vaksinasi. Kemudian juga akan ditindaklanjuti lagi vaksinasi di sekolah,” jelasnya.

Menurutnya, antusiasme orang tua murid sendiri menyambut PTM sangat tinggi. Dari surat pernyataan yang dikirim sekolah kepada orang tua siswa, ada sekitar 96 persen yang menyetujui. Dari tenaga pendidik dan kependidikan sendiri jika dirasa sakit juga tidak perlu masuk, untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

“Sekolah juga ada satgas Covid-19 yang beranggotakan guru, wali murid dan Puskesmas,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro akan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Pembelajaran tatap muka terbatas itu mulai dilakukan besok untuk jenjang pendidikan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Besok (Rabu,1/9/2021) memulai tatap muka terbatas semua sekolah tingkat SMP,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Dandi Suprayitno. [lus/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar