Pendidikan & Kesehatan

Vaksinasi Massal Membludak, Dinkes Malang Tambah Kuota

Malang (beritajatim.com) – Antusias masyarakat Kabupaten Malang mengikuti Vaksinasi massal cukup tinggi. Antrian panjang warga di Kecamatan Tumpang yang menunggu giliran untuk disuntik vaksin oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Jumat (11/6/2021) hari ini, akhirnya diperpanjang hingga pekan depan.

Camat Tumpang, Sukarlin, membenarkan terkait antusias tinggi warganya yang ingin segera divaksin. “Banyak orang hari ini sudah datang sejak pagi, antrian mengular panjang, sebagian ada yang tidak dapat divaksin sebab kuotanya hanya 600 per hari,” tegas Sukarlin, Jumat (11/6/2021).

Selain kuota yang terbatas, petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan juga terbatas, sehingga pelaksanaan hari ini telah ditutup pagi tadi, pukul 08.00.

“Sejak pagi tadi sudah kami tutup, sudah saya sampaikan ke Danramil, Satgas Covid Kecamatan dan Kapolsek bahwa posko vaksinasi massal sudah ditutup,” tambahnya.

Sukarlin pun menginformasikan, bahwa akan ada rencana Dinkes untuk menambah lagi jadwal pemberian vaksinasi massal seperti ini. Sebab sudah terbukti dengan antusias warga Kabupaten Malang yang tinggi untuk mengikutinya.

“Rencananya memang Dinkes mulai Senin (14/6/2021) sampai tanggal 20 Juni akan mulai kembali kegiatan ini, nanti akan disebar lokasinya mulai dari Singosari, Lawang, Stadion Kanjuruhan hingga Tumpang,” beber Sukarlin.

Dilanjutkannya, pelayanan vaksin ini gratis dan merupakan salah satu program Bupati Malang HM Sanusi. Sehingga, bukan hanya di satu wilayah saja akan tetapi akan dilaksanakan diberbagai wilayah Kabupaten Malang.

“Masyarakat Kabupaten Malang semakin hari semakin sadar bahaya Covid-19, keinganan sehatnya juga tinggi dan hal ini menjadikan Bupati semakin intens dalam melindungi warganya,” pungkasnya.

Terakhir, Sukarlin menyarankan kepada Dinkes untuk membuka pendaftaran vaksinasi massal via online sebab pelayanan ini gratis dan otomatis peminatnya tinggi.

“Kalau memungkinkan, Dinkes dapat buka layanan registrasi online untuk ini, sebab ini kan gratis jadi masyarakat langsung berkeinginan cepat untuk dapat divaksin,” Sukarlin mengakhiri. (yog/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar