Pendidikan & Kesehatan

Vaksinasi ‘Local Wisdom’ Ala Bupati Pamekasan

Bupati Pamekasan, Badrut Tamam melakukan vaksinasi tahap kedua Covid-19 yang digelar di Mandhepa Kecamatan Pagantenan, Rabu (10/2/2021).

Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam kembali menjadi orang pertama dalam pelaksanaan vaksinasi tahap kedua Coronavisus Disiase 2019 alias Covid-19 yang digelar di Mandhepa Kecamatan Pagantenan, Rabu (10/2/2021) lalu.

Hal tersebut kembali dilakukan sebagai upaya mengajak dan sosialisasi bagi masyarakat, sekaligus memastikan vaksinasi aman dan tidak mengandung zat berbahaya sebagaimana tersebar di berbagai media sosial (medsos). Terlebih kondisi tersebut juga membuat sejumlah pihak panik dan waswas.

Bahkan setelah dirinya divaksin, juga diikuti oleh sejumlah petinggi Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), sejumlah pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga perwakilan dari Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di wilayah setempat.

“Langkah ini sengaja kami lakukan sebagai upaya sosialisasi, sekaligus memastikan bahwa vaksin ini aman dan tidak seperti informasi hoax di berbagai media sosial. Hal ini perlu disampaikan kepada masyarakat dan tidak cukup hanya dengan lisan, tetapi juga harus melalui teladan seperti yang kami lakukan,” kata Bupati Badrut Tamam, Sabtu (13/2/2021).

Edukasi dan pemberian informasi secara utuh sangat penting disampaikan kepada masyarakat, termasuk juga melalui tauladan seperti yang dilakukannya bersama jajaran Forpimda, OPD, Ormas dan lainnya. “Prinsipnya harus ada tauladan, paling tidak mensosialisasikan dengan cara yang tidak biasa,” ungkapnya.

“Salah satunya dengan melakukan proses vaksinasi di Mandhepa Kecamatan Pagantenan, salah satu kecamatan yang berjarak sekitar 15 kilomter (km) dari pusat perkotaan. Jadi tidak cukup sosialisasi hanya dengan lisan, sehingga kami bersedia menjadi teladan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyampaikan pelaksanaan vaksinasi tahap dua berjalan lancar tanpa kendala apapun. “Alhamdulillah vaksinasi tahap dua berlangsung lancar dan sukses, bahkan kami bersama teman-teman Forkopimda sehat semua dan tidak merasakan gejala apapun. Mudah-mudahan vaksinasi tahap tiga segera dilakukan,” harapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga berharap agar informasi dampak buruk Vaksin Sinovac tidak lagi mengkhawatirkan dan membuat masyarakat waswas. “Fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) juga menyampaikan halal dan aman, terlebih juga sudah ada rekomendasi dari BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan),” tegasnya.

“Dari itu mari kita bersama-sama melakukan upaya sebagai bentuk ikhtiar dengan cara melakukan vaksinasi dan tubuh kita mendapatkan kekebalan, sehingga nantinya kita terhindar dan terbebas dari pandemi ini,” sambung bupati muda yang akrab disapa Ra Badrut.

Namun tidak kalah penting, pihaknya juga mengajak sekaligus mengimbau seluruh elemen masyarakat agar selalu waspada, serta bersama memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan selalu menerapkan protokol kesehatan sesuai pesan ibu, rajin mencuci tangan, selalu menggunakan masker dan menjaga jarak.

“Kami akan selalu berupaya melakukan berbagai pendekatan kepada masyarakat untuk memutus rantai peredaran Covid-19, tentunya dengan tetap menerapkan pendekatan local wisdom (kearifan lokal) yang kita miliki, yakni berbasis kebudayaan dan nilai lokal yang ada di masing-masing desa. Ikhtiarnya untuk melindungi masyarakat,” pungkasnya. [pin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar