Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Vaksinasi Lansia di Jatim Rendah, Emil Minta Bantuan Persaudaraan Haji

Jember (beritajatim.com) – Cakupan vaksinasi untuk para lanjut usia di Jawa Timur masih tergolong rendah dibandingkan provinsi lain di Jawa dan Bali. Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) diminta ikut membantu sosialisasi.

Hal ini dikemukakan Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, saat membuka Musyawarah Daerah VII IPHI Kabupaten Jember, di Aula Dinas Pendidikan setempat, Sabtu (13/11/2021). “Mohon IPHI bisa berperan serta menggenjot, terutama untuk vaksinasi lansia, karena di Jawa Timur masih agak tertinggal,” katanya.

Cakupan vaksinasi lansia di DKI Jakarta sudah 82 persen, Yogyakarta 71 persen untuk dosis pertama, Bali 65 persen, Jawa Tengah 52 persen, Jawa Barat 46 persen, Banten 46 persen, dan Jatim baru 42,5 persen.

“Anggota IPHI banyak yang sudah senior usianya. Bisa jadi contoh: saya divaksin tidak apa-apa. Tidak perlu takut. Bahkan IPHI bisa bekerjasama (menyelenggarakan) vaksinasi. IPHI mencarikan peserta yang bisa divaksin,” kata Emil.

Usai acara, Emil menegaskan, para haji dianggap teladan di lingkungan masing-masing. “Harapannya jika mereka berpartisipasi mengajak sesama senior citizen, warga negara yang sudah berusia lanjut untuk ikut vaksinasi, ini bisa mempercepat (program vaksinasi),” katanya.

Ada beberapa kendala yang menyebabkan cakupan vaksinasi lansia di Jatim rendah. “Pertama, mereka berpikir sudah jarang pergi keluar, jadi buat apa divaksin. Kami berharap pandangan seperti itu bisa ditinjau ulang. Saat ini aktivitas sudah berjalan, anak dan cucu sudah sering keluar rumah, bekerja, bersekolah. Terus kalau pulang ke rumah, bisa saja dia kelihatan sehat tapi bawa virus. Kemudian begitu kena lansia, dampaknya lebih parah. Inilah yang ingin kami cegah. Jadi penting sekali lansia ini untuk divaksinasi,” kata Emil.

Problem kedua, adalah kekhawatiran lansia terhadap komorbid atau penyakit bawaan. “Sebenarnya punya penyakit bawaan bukan berarti tidak boleh divaksin. Sudah ada informasi yang jelas dari masing-masing Dinas Kesehatan bagaimana punya penyakit bawaan kalau divaksin. Yang komorbid bisa divaksin, tapi tentu saja dengan petunjuk dari dokter dan itu disediakan pemerintah untuk proses screeningnya,” kata Emil.

Ketiga, masalah hipertensi. “Saat mau divaksin, tensi darahnya tinggi. Balik ke rumah lagi, sudah malas cari waktu (untuk divaksin),” kata Emil. [wir/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar