Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Vaksinasi Dinilai sebagai Benteng Memutar Rantai Covid-19

Pamekasan (beritajatim.com) – Penepatan vaksinasi dinilai sebagai benteng terakhir dalam mengantisipasi sekaligus memutus rantai penyebaran Coronavirus Disease 2019, khususnya di kabupaten Pamekasan

Hal tersebut disampaikan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan, dr Syaiful Hidayat ketika kembali memberikan himbahan bagi masyarakat agar selalu waspada, sekaligus ajakan bersama memutus rantai penyebaran Covid-19.

Terlebih saat ini terdapat jenis varian baru Covid-19 yang ditemukan di wilayah Afrika, bahkan saat ini sudah menyebar ke kawasan Eropa hingga Aisa, yakni Covid-19 varian Omicron yang ditemukan pertama kali di Afrika Selatan.

“Pandemi ini belum selesai, makanya kami kembali memgimbau masyarakat agar tetap dan selalu mematuhi protokol kesehatan. Jangan sampai kendor dan jangan lengah sekalipun ada penurunan kasus, memang di rumah sakit tidak ada kasus, masalahnya di kota lain masih ada,” kata dr Syaiful Hidayat, Rabu (8/12/2021).

Tidak hanya itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar melakukan vaksinasi sebagai bentuk ikhtiar memutus rantai penyebaran Covid-19. Apalagi tingkat capaian vaksinasi di Jawa Timur masih rendah, khususnya di Pamekasan.

“Percepatan vaksinasi itu tetap menjadi benteng terakhir (melawan Covid-19), meskipun vaksinasi tidak seratus persen, paling tidak orang kalau sudah divaksin dan terinveksi virus corona, gejalanya menjadi lebih ringan dibanding mereka yang tidak vaksin,” ungkapnya.

Dari itu pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai berbagai informasi hoaks dan tidak bisa dipertanggung jawabkan, khususnya bekenaan dengan informasi vaksin. Termasuk ajakan bagi para tokoh agar bersama mensukseskan program pemerintah.

“Jadi jangan percaya hoax, di Madura vaksin kita masih rendah, karena banyak orang masih percaya hoax. Ini tergantung kesadaran masyarakat dan peran tokoh masyarakat, tidak semata-mata pemerintah dan tenaga kesehatan,” pungkasnya. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar