Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Vaksinasi di Jember Masih 12 Persen, Butuh Pesantren

Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim

Jember (beritajatim.com) – Persentase vaksinasi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, masih jauh di bawah harapan. Pesantren perlu digandeng untuk menguatkan gerakan vaksin.

Bupati Hendy Siswanto mengatakan, warga yang menerima injeksi vaksin dosis pertama baru 12 persen dan yang menerima vaksin dosis kedua baru tujuh persen. Dia mengajak seluruh warga Jember untuk melakukan vaksinasi. “Di seluruh puskesmas ada vaksin. Jangan takut vaksin,” katanya.

Ketua Panitia Khusus Covid DPRD Jember Ahmad Halim sudah membicarakan masalah vaksinasi ini dengan Dinas Kesehatan.

“Setiap pesantren mengajukan program vaksinasi ini kepada bupati melalui Dinas Kesehatan. Nanti dari Dinas Kesehatan yang akan mengatur kuota dan jadwal vaksinasi di masing-masing pesantren,” katanya.

“Kenapa kok di pesantren? Karena Jember memiliki banyak pesantren. Selain itu kalau dilakukan di pesantren, sebarannya akan lebih merata, sehingga tak hanya terpusat di perkotaan,” kata Halim.

“Pesantren diasuh kiai. Jika kiai yang bicara, lebih banyak didengarkan dan diikuti dawuhnya untuk menyukseskan program vaksinasi ini,” kata Halim.

Sementara itu, Universitas Jember kembali menggelar program vaksinasi AstraZaeneca di gedung Unej Medical Center, Kamis (12/8/2021). “Kuotanya sekitar 250 orang. Sementara untuk vaksi bagi warga berusia minimal 12 tahun sedang kami usulkan. Kami berharap dalam minggu ini bisa dapat,” kata Ketua Tim Tanggap Darurat Kesiapsiagaan Bencana Covid-19 Universitas Jember dr. Ulfa Elfiah. Warga tinggal membawa kartu tanda penduduk dan mendaftarkan diri. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati

Unik dan Lucu, Lomba Sugar Glider di Surabaya

Aryo Seno Bicara Organisasi Sayap PDI Perjuangan