Pendidikan & Kesehatan

Vaksinasi Covid-19 di Bojonegoro Terus Dilakukan Meski Puasa

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro Masirin saat memaparkan data jumlah vaksinasi yang ada di Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro Masirin mengungkapkan, selama bulan Ramadan atau bulan puasa bagi umat islam, vaksinasi tetap dilakukan.

Hal itu setelah adanya fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang memperbolehkan melakukan vaksinasi meski dalam kondisi puasa. Selain itu, vaksinasi terus dilakukan karena Bojonegoro masih zona oranye.

“Setelah ada fatwa dari MUI yang menyebutkan bahwa vaksinasi ini aman, maka akan kita lakukan meski bulan puasa. Untuk vaksinasi, Bojonegoro masih di ranking 20-an ke atas, karena terkendala jumlah vaksin yang diterima,” ujarnya, Jumat (9/4/2021).

Capaian vaksinasi di Kabupaten Bojonegoro saat ini rinciannya, untuk tenaga kesehatan dari jumlah sasaran sebanyak 4.574 orang yang sudah divaksin sebanyak 4.708 orang atau tercapai 102,99 persen. Sedangkan untuk pelayan publik 55.673 orang yang sudah divaksin 15.425 (27,71 persen).

Sedangkan untuk sasaran usia lanjut dari target 96.869 orang yang sudah divaksin sebanyak 271 orang atau 0,28 persen. Sedangkan, vaksinasi untuk target sasaran masyarakat umum belum dilaksanakan.

Sementara diketahui, kondisi di Kabupaten Bojonegoro sekarang kembali masuk zona oranye, setelah sebelumnya beberapa Minggu sudah masuk zona kuning. Per 8 April 2021, jumlah pasien yang aktif dirawat sebanyak 14 orang.

Konfirmasi positif secara kumulatif sebanyak 1.402 orang, meliputi aktif dirawat 14 orang, sembuh 1.347 orang dan meninggal dunia 41 orang. Sedangkan untuk kasus suspect sebanyak 59 orang. Data tersebut terhitung mulai tanggal 1 Januari 2021.

Selain melakukan vaksinasi, upaya untuk menurunkan jumlah penyebaran Covid-19 yakni dengan melakukan perpanjangan PPKM Mikro. Perpanjangan sudah dilakukan hingga kali ke tujuh, dan yang terbaru dari tanggal 6 April hingga 19 April 2021.

“PPKM Mikro ini menyasar sampai ke RT. Semua desa sudah punya posko PPKM Mikro dan sudah menjadi kampung Tangguh Semeru. Jumlah pasien suspect memang sudah menurun, tapi masih di zona oranye,” jelasnya.

Sementara Ketua MUI Kabupaten Bojonegoro Alamul Huda mengatakan, vaksinasi selain bisa dilakukan saat bulan Ramadan juga sudah dinyatakan halal oleh MUI Pusat. “Setelah dilakukan kajian oleh MUI pusat, dinyatakan bahwa vaksinasi selama bulan Ramadan ini tidak ada masalah,” jelasnya. [lus/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar