Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Vaksinasi Anak Dimulai, Dindik Ponorogo Lakukan Pendataan

Ponorogo (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo menginstruksikan kepala sekolah dasar (SD) untuk melakukan pendataan siswanya. Hal itu dilakukan mempersiapkan vaksinasi anak yang sudah mulai dilakukan di Ponorogo. Vaksinasi anak umur 6-11 tahun sudah dilakukan menyusul capaian vaksinasi lanjut usia (lansia) sudah mencapai 60 persen lebih. Sedangkan untuk masyarakat umum juga sudah mencapai 70 persen lebih. Dimana capaian itu menjadi syarat suatu kabupaten atau kota untuk menyelenggarakan vaksinasi anak.

“Pendataan sudah dilakukan di masing-masing sekolah dasar (SD),” kata Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo Imam Muslihin, Kamis (6/1/2022).

Imam menyebut jumlah SD di Ponorogo baik yang negeri atau swasta ada 579 sekolah. Sasaran vaksin ini anak umur 6-11 tahun. Selain SD, Imam juga akan menyeleksi anak-anak yang saat ini duduk di taman kanak-kanak (TK). Sebab, anak-anak di TK juga ada yang sudah berumur 6 tahun. “Yang di TK sudah umur 6 tahun, nanti juga akan diikutsertakan dalam vaksinasi ini,” katanya.

Data Dindik Ponorogo, sudah ada dua SD yang siswanya menjalani vaksinasi. Yakni SD Bright Kiddie dan SDN 1 Surodikraman. Selain itu, juga ada vaksinasi untuk anak-anak prajurit Kodim 0802 Ponorogo. Imam menyebutkan untuk SD lainnya menunggu jadwal vaksinasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo. “Vaksinasi anak ini tidak terpusat, vaksinator nantinya akan roadshow ke sekolah-sekolah untuk melakukan vaksinasi,” pangkas Imam.

Untuk diketahui, pada Rabu (5/1) kemarin, Polres Ponorogo sudah melakukan vaksinasi anak perdana. Sasarannya 50 siswa-siswi di SD Bright Kiddie di jalan Suromenggolo. Selang sehari kemudian, vaksinasi anak dilakukan di SDN 1 Surodikraman. Selain itu sedikitnya 300 anak dari prajurit Kodim 0802 Ponorogo juga melakukan vaksinasi di Makodim.

“Hari ini, kami fokus vaksinasi kepada anak-anak tentara dulu. Ini juga sebagai contoh untuk masyarakat. Bahkan anak saya yang masih berumur 6 tahun juga menjalani vaksinasi. Wajar lah, namanya anak-anak mau divaksin, lihat jarum suntik nangis dulu,” kata Dandim 0802 Ponorogo Letkol INF Muhamad Radhi Rusin. (end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar