Pendidikan & Kesehatan

Vaksin Sinovac, G42/Sinopharm dan Astrazeneca Akan Datang Bulan November 2020

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Surabaya (beritajatim.com) – Memasuki kuartal ke 4 tahun 2020, Pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Namun kabar baik disampaikan oleh Pemerintah bahwa setidaknya saat ini vaksin Covid-19 tengah disiapkan dan akan bisa dirasakan oleh masyarakat Indonesia pada November atau akhir tahun ini.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartanto,  bahwa pada 20 Juli lalu Presiden telah menurunkan Perpres terkait Penangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Indonesia.

Tentunya hal tersebut bisa dicapai dengan adanya penawar berupa obat maupun vaksin dan upaya upaya menghindari resesi.

“Terkait arahan pengadaan vaksin pada kuartal ke 4, distribusi vaksin Covid-19 akan dimulai pada bulan November 2020. Vaksin Corona itu merupakan produksi dari Sinovac, G42/Sinopharm dari CanSino Biologics dan juga vaksin Astrazeneca,” ungkap Airlangga, Senin (12/10/2020).

Vaksin dari ketiga perusahaan tersebut sudah masuk pada tahap akhir uji klinis tahap ke-3 dan dalam proses mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) di sejumlah negara.

Sinovac akan mengirim 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) pada minggu pertama November, 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) lagi pada minggu pertama Desember 2020, ditambah 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk.

Lalu, G42/Sinopharm akan mengirim 15 juta dosis vaksin (dual dose) tahun ini, yang 5 juta dosis akan mulai datang pada bulan November 2020. Kemudian, CanSino akan mengirim 100.000 dosis vaksin (single dose) pada bulan November 2020, dan sekitar 15-20 juta untuk tahun 2021. Single dose artinya satu orang hanya membutuhkan 1 dosis vaksinasi, sementara dual dose membutuhkan 2 kali vaksinasi untuk satu orang.

Untuk Vaksin Astrazeneca yang diproduksi oleh Inggris, pemerintah sudah menyiapkan uang down payment (DP) 50 persen, sebesar 250 juta dollar Amerika atau Rp 36,7 triliun untuk 100 juta vaksin Corona dari perusahaan farmasi yang berkantor pusat di Inggris tersebut.

“Astrazeneca ini sudah ada komitmen 100 juta dan 50 juta, saat ini sudah berangkat Menteri Kesehatan, Menteri Luar Negeri dan Menteri BUMN untuk mempersiapkan 100 juta vaksin yang di order pertama dan untuk itu diperlukan down payment sebesar 50 persen atau 250 juta,” ujar Airlangga.

Selain Vaksin Sinovac dan G42/Sinopharm dan CanSino China dan Vaksin Astrazeneca yang berbasis di Inggris. Pemerintah juga telah menyiapkan vaksin yang berbasis di Biofarma. Untuk pengadaan vaksin dari Bio farma ini Pemerintah telah menurunkan Pepres untuk pengadaan vaksin dan disiapkan untuk 160 juta vaksin secara bertahap hingga 2022.

“Sinopharm itu sekitar di tahun 2020, 15 juta, kemudian terkait Cansino ini menjanjikan kita sekitar 100 ribu di akhir Desember dan tahun depan sekitar 15 juta dan AstraZeneca,” pungkasnya. (ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar