Pendidikan & Kesehatan

Vaksin Merah Putih Unair Sedang Dalam Tahap Uji Pre Klinis

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Airlangga (Unair) sebagai salah satu tim peneliti dari pengembangan Vaksin Merah Putih, terus berusaha merampungkan penelitian dan pengembagan Vaksin Merah Putih. Vaksin Merah Putih Platform Unair-Biotis pun sudah memasuki tahap Uji Pre-klinis.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Prof Muh Nasih selaku Rektor Unair, Senin (19/4/2021). Prof Nasih mengatakan bahwa Vaksin Merah Putih Platform Unair ini bekerjasama dengan Kemenristek-BRIN dan merupakan program jangka panjang dalam penanganan Covid-19.

“Posisi Unair jelas sebagai tim peneliti, terlibat dalam proses uji klinik dan proses lainnya yang juga dibawahi oleh BPOM. ini merupakan program jangka panjang keterlibatan dan penanganan Covid-19,” ujar Prof Nasih.

Vaksin Merah Putih Platform Unair-Biotis yang telah memasuki tahap uji pre-klinis adalah Platfrom pengembangan vaksin classical yang menggunakan pendekatan inactivated virus. Uji Pre-klinis yang dilakukan Unair tidak hanya sebatas pada hewan kecil saja, melainkan sampai pada hewan uji Makaka.

“Preklinik ini pun kita tidak sekedar hanya pada hewan kecil yang dilakukan sekarang. Nanti kita juga coba sampai makaka. Step by step itu kita lalui dengan mematuhi ketentuan yang dicanangkan BPOM. Oleh karena itu Unair sejak awal sudah mengawal untuk berkoordinasi dengan BPOM dan Kementerian Kesehatan. Jadi ini tahapan sepanjang setahun itu, sekarang memasuki tahapan di preklinikal,” terang Prof Nyoman selaku tim peneliti Vaksin Merah Putih Platfrom Unair.

Uji Pre-klinis pada hewan coba ‘encit’ atau sejenis tikus ini dengan memberikan antivirus dan kemudian disuntikkan dengan virus Covid-19 yang secara ilmiah disebut Uji Tantang untuk melihat evikasinya. Jika dalam uji tantang ini hasil hewan uji tantang memperlihatkan hasil yang baik maka proses ini bisa dilanjutkan ke uji klinik.

“Kita dapat kabar tadi bahwa ‘encit’ masih tetep lincah masih tetep bugar hewan-hewan yang kita suntikan dengan virus kita. Baru satu minggu jadi belum ada evaluasi yang spesifik. Kita akan nunggu beberapa hari lagi sampai dengan 14 hari untuk kita lihat hasilnya, seperti diambil sample darah dan lain-lain. kita lihat kemudian suntikan kedua dan proses ini masih membutuhkan tahapan yang seksama,” tukas Prof Nasih.

Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, selaku Wakil Direktur RSUD Dr Soetomo Surabaya mengatakan bahwa RSUD Dr Soetomo sebagai rumah sakit pendidikan FK Unair siap melakukan uji klinis jika hasil dari uji pre-klinis memuaskan.

“Ketika hasil Pre-klinis sudah selesai dan telah dianalisis dan dinyatakan baik oleh BPOM, kami bersama RSUA selaku rumah sakit pendidikan Unair siap melaksanakan uji klinis. Saat ini pun kami telah memulai menyiapkan protokol uji klinis, agar nanti uji klinis dapat dilaksanakan dengan sebaik baiknya,” kata Prof Cita.

Meski penelitian dan pengembangan Vaksin Merah Putih Platform Unair-Biotis telah sampai pada tahap uji pre-klinis, proses untuk menjadi produk vaksin ternyata masih membutuhkan waktu yang panjang. Pasalnya proses uji preklinis saja membutuh waktu sekurang-kurangnya 3 bulan dan untuk proses uji klinis secara ideal membutuhkan waktu minimal 8-11 bulan. Unair pun mengambil peran peneliti dan pengembang, sedangkan untuk proses produksi diserahkan kepada mitra. [adg/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar