Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Vaksin di Gerai Kaza Mall, Warga Mengeluh karena Sempat Ditolak

Ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Indra (36) warga jalan Tambakrejo, Surabaya mengeluh sebab dirinya merasa ditolak oleh pihak petugas vaksin di Gerai Kaza Mall, Senin (17/01/2022). Dalam penjelasan yang diterima oleh Indra, ia terhalang dengan aturan bahwa vaksinasi bisa dilakukan jika sudah terkumpul 10 orang.

Dihubungi via telepon, Indra menjelaskan, awalnya ia ingin mendapatkan vaksin dosis kedua Sinovac. Adapun gerai terdekat ada di Kaza Mall dan dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Tambakrejo.

Ia pun lalu izin dari pekerjaan untuk bisa melengkapi vaksin. Tetapi, usai datang di gerai yang buka di Hari Senin dan Rabu tersebut, ia tidak bisa divaksin karena jumlah peserta tidak sampai 10 orang.

“Saat itu keadaan counter lagi sepi. Pikir saya enak bisa cepat. Namun, setelah saya ngobrol sama petugas di sana, dia bilang harus menunggu 10 orang pendaftar, baru bisa dilayani,” ujar Indra saat dihubungi Beritajatim.com.

Usai diberi penjelasan tersebut, ia lalu disarankan oleh petugas ke gerai vaksin yang terdapat di ITC. Ia pun kecewa terhadap aturan yang ia dapat dari petugas tersebut.

“Saya belani libur kerja hanya mau vaksin ternyata peraturan vaksinnya lucu, gak masuk akal,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Kadinkes Kota Surabaya, Nanik Sukristina menjelaskan, kebijakan tersebut memang sudah sesuai dengan aturan. Menurutnya, dalam satu vial vaksin, terdapat 10 dosis untuk 10 orang.

“Karena kita satu vial diperuntukkan untuk 10 orang. Kalau misalkan orangnya kurang, takutnya mubazir dan ga bisa optimal dimanfaatkan untuk banyak orang. Akhirnya sisanya malah ga kepake,” katanya saat dihubungi Beritajatim.com.

Ia pun menanggapi keluhan dari Indra, menurutnya, mungkin saat itu kondisi gerai sedang sepi sehingga petugas menunggu hingga terdapat 10 orang untuk di vaksin.

“Jadi mungkin ga ada maksud menolak, tapi mungkin pada saat itu pas kok yg datang sedikit. Mungkin harusnya bisa didata dulu, nanti bisa kami kontak kembali,” imbuhnya.

Ia pun telah berkoordinasi dengan pihak puskesmas terkait, dan mendapat jawaban tidak ada penolakan terhadap warga yang ingin divaksin. Memang, saat itu kondisi gerai sedang sepi dan meminta masyarakat untuk menunggu 10 orang.

Terakhir, ia menghimbau dan berjanji akan berkomunikasi kembali terkait aturan tersebut. Menurutnya, ia tidak ingin mengecewakan warga kota Surabaya yang sudah dengan kesadaran sendiri datang untuk mensukseskan program vaksin.

“Akan kita komunikasikan kembali supaya warga yang sudah berniat datang dengan kesadaran tinggi untuk mensukseskan program vaksin ini tidak kecewa karena memang selama ini kebijakannya seperti itu, efisiensi vaksin dimana kita takut utk membuang ternyata menjadi dampak yang negatif untuk masyarakat. Kami akan koordinasikan kembali,” pungkasnya. [ang/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar