Pendidikan & Kesehatan

Fakultas Vokasi Unair Adakan Workshop Internasional:

Vaksin dan 5M Kunci Berakhirnya Pandemi Covid-19

Surabaya (beritajatim.com) – Vakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) mengadakan Internasional Workshop yang disebut Selulosa, Sabtu (12/6/2021). Selulosa kali ini mengangkat tajuk, Development of Covid-19 Vaccination Programs in The World, yang menghadirkan Associate Profesor dari Universitas Putra Malaysia, Prof. dr. Bimo Ario Tejo, sebagai pembicara.

Membahas seputar vaksinasi, Prof Bimo mengatakan bahwa penanganan Covid-19 tidak bisa dilakukan tanpa vaskinasi, yang artinya tanpa vaskinasi, pandemi Covid-19 tidak akan berakhir.

“Saya dulu sempat yakin bahwa virus ini bisa ditangani tanpa vaskin, karena pada dasarnya virus ini merupakan virus Sars yang sudah ada dari dulu, ternyata saya benar-benar salah. Ternyata virus ini memang tidak bisa bisa dihentikan tanpa vaksinasi dan itu terjadi diseluruh dunia,” ujar Prof Bimo.

Prof Bimo menyebutkan bahwa pada awal Covid-19 terjadi beberapa negara berhasil membendung serangan pandemi dan atau berhasil menurunkan angka kasus tanpa adanya vaskinasi, seperti Taiwan dan Singapura.

“Pada awal diumumkan adanya Covid-19, Taiwan sudah siap dengan penanganan awal, sehingga pemerintah Taiwan memberlakukan penggunaan masker bahkan sebelum WHO menerapkannya sebagai protokol kesehatan. Sehingga memang benar bahwa Taiwan bisa menggendalikan virus ini tanpa vaskinasi. Tapi kemudian, mereka lengah karena sudah merasa bisa mengatasi sehingga mereka membuka kembali negara mereka dan membuat turis masuk sehingga akhirnya mereka juga mengalami pandemi,” katanya.

Prof Bimo mengatakan bahwa itu menjadi contoh bahwa virus ini tidak bisa diselasaikan tanpa vaksin. Sedangkan saat ini vaskinasi gencar dilakukan di negara maju, seperti Israel, UK dan US.

“Yang awalnya negara maju tersebut jadi battle-fight dari virus ini, sekarang negera-negara tersebut saat ini sudah berhasil menangani pandemi karena mereka gencar melakukan vaksinasi ditakaran 45-50 persen penduduknya. Sehingga saat ini battle-fight virus ini berubah haluan ke negara-negara Asian yang masih sangat minim melakukan vaskinasi,” terang Prof Budi.

Oleh karena data yang di dapat saat ini menunjukkan bahwa negara-negara dengan vaskinasi yang tinggi akan mampu menghentikan pandemi. Prof Bimo mengatakan bahwa meski demikian, vaksinasi bukan satu-satunya cara untuk menghalau penyebaan covid-19, melainkan penerapan protokol kesehatan.

“Vaskin bukan satu-satunya pelindung yang dibutuhkan manusia untuk melawan Covid-19. tapi juga sangat dibutuhkan penerapan protokol kesehatan,5M harus tetap dijalankans secara ketat, dan pemerintah harus terus melakukan 3T,” ujarnya. [adg/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar