Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

UTD PMI Pamekasan Kembali Buka Posko Donor Darah

Pamekasan (beritajatim.com) – Unit Tranfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, kembali membuka Posko Donor Darah di salah satu titik di area Monumen Arek Lancor, khususnya dalam tiga hari terakhir sejak Senin (6/12/2021) lalu.

Hal tersebut kembali dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi kebutuhan kantong darah di masa pandemi Coronavirus Disease 2019. Sekalipun selama ini, pihaknya menerapkan sistem donor pengganti untuk stabilitas ketersediaan kantong darah.

“Alhamdulillah sejauh ini ketersediaan darah aman, karena selama ini kita menerapkan dua model berbeda, yakni donor darah offline serta kembali membuka posko,” kata Kepala UTD PMI Pamekasan, dr Achmad Syafirullah, Rabu (8/12/2021).

Penerapan model offline berupa kegiatan donor darah yang dilakukan di Kantor UTD PMI Pamekasan, Jl Raya Panglegur Tlanakan. “Jadi untuk model offline ini kita lakukan donor darah di kantor seperti yang kita lakukan selama ini (selama masa pandemi Covid-19),” ungkapnya.

“Sementara untuk model lainnya kita lakukan dengan kembali membuka posko di area Arek Lancor, hal itu kami lakukan sejak tiga hari terakhir. Alhamdulillah animo masyarakat cukup antusias, terbukti selama tiga hari ini sudah terkumpul sebanyak 42 kantong (darah),” jelasnya.

Disinggung soal ketersediaan stok darah di unit yang dipimpinnya, pihaknya memastikan jika saat ini terbilang cukup. “Untuk ketersediaan darah saat ini, Alhamdulillah status masih aman,” tegas pria yang akrab disapa dr Syafi.

Selama ini terdapat beberapa strategi diterapkan pihak UTD PMI Pamekasan, guna mengantisipasi kekosongan stok darah sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satunya dengan menerapkan model donor pengganti dari keluarga pasien.

Terlebih selama masa Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akibat Covid-19, beberapa program UTD PMI Pamekasan, akhirnya ditunda sebagai upaya mematuhi anjuran pemerintah berupa penerapan protokol kesehatan.

Bahkan tidak jarang, mereka juga melakukan aksi ‘jemput bola’ ke sejumlah instansi untuk memenuhi kebutuhan stok darah. Namun hal itu dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna memutus rantai penyebaran Covid-19. [pin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar