Pendidikan & Kesehatan

UTBK: Tes Rapid Gratis Peserta KIP Warga Surabaya, Non Surabaya?

Surabaya (beritajatim.com) – Kebijakan pemerintah kota Surabaya yang mewajibkan disertakan nya hasil uji swab negatif atau rapid non reaktif Covid-19 membuat bingung dan resah wali dan peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Pasalnya, Pemkot Surabaya hanya memfasilitasi rapid test gratis bagi peserta UTBK pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang ber KTP Surabaya, lalu bagaimana nasib warga non Surabaya yang juga mendapatkan lokasi tes di Surabaya?

Para peserta dari daerah atau non Surabaya, terutama bagi para pemegang KIP pun merasa sedih dengan keputusan mendadak ini. Shella Fransiska Mawar Sari, peserta UTBK dari Mojokerto ini menceritakan bahwa ia mendapati teman temannya di grup whatsapp ‘UTBK UNAIR KAMPUS C’ banyak yang ingin mengundurkan diri dari UTBK, karena terkendala biaya tes rapid.

Grup ini pun berisikan seluruh peserta UTBK yang mendapat jadwal dan lokasi tes di Kampus C Unair. Mawar pun mengaku sedih karena satu persatu temannya tumbang dan putus asa, bukan karena takut gagal UTBK tapi malah dikarenakan biaya tes rapid.

“Meskipun saya juga daftar pakai KIP, insyaallah masih bisa carikan uangnya buat biaya rapid. tapi gak tahu lagi dengan teman-teman saya yang bahkan saya baca di grub itu ada yang sampek nabung buat bayar UTBK da harus ditambah lagi rapid tes.Kasiaan kak,” ujar Mawar kepada beritajatim.com, Jumat (3/7/2020).

Ia pun mengatakan bahwa banyak biaya yang harus dikeluarkan seperti biaya perlengkapan; faceshield, masker, biaya perjalanan ke lokasi UTBK, Try Out, beli buku, beli kuota untuk terus memantau kebijakan dikeluarkan. “Saya hanya mohon supaya tidak diribetkan sperti ini, karena mungkin banyak temen-teman seperjuangan yang udah capek dan milih buat mundur karena terkendala biaya rapid yang mahal,” tambahnya.

Disisi lain Ahmad Solihin, Ketua PPMB Unair juga turut prihatin dengan keadaan peserta non Surabaya, terutama yang memegang KIP. “Itu kan yang menentukan pemerintah kota, kalau kami tidak menerapkan ini kan kalau ada apa apa nanti Unair disalahkan karena tidak mengindahkan rekomendasi dari pemerintah kota. Persoalannya rapid tes ini mahal, sedangkan bagi pemegang KIP UTBK aja gak bayar lah ini biaya rapid lebih mahal dari biaya UTBK yang bayar,” pungkas Ahmad. [adg/kun]






Apa Reaksi Anda?

Komentar