Pendidikan & Kesehatan

UTBK Tahap II, Ketua: Peserta Harus Jaga Kesehatan

Surabaya (beritajatim.com) – Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Tahap I telah berjalan dengan baik. Meski ada beberapa kendala, hal itu tidak mengganggu jalannya proses UTBK hingga usai. Untuk itu, demi terlaksananya UTBK Tahap II yang akan berlangsung pada pekan depan, pihak-pihak terkait melakukan evaluasi dan penataan persiapan UTBK selanjutnya.

“Alhamdulillah berjalan lancar, meskipun ada kendala tapi biasa dan bisa diatasi dengan baik, saya pantau terus. Semoga tahap kedua bisa lebih lancar dan baik lagi,” ujar Prof. Ir. Nizam selaku Plt. Dirjend Dikti pada konferensi pers, via daring, Rabu (15/7/2020).

Selanjutnya, paparan disampaikan oleh Wakil Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indoneseia (MRPTNI) Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng. Dalam paparannya ia menegaskan bahwa tugas menjalankan UTBK dengan baik merupakan tugas bersama untuk menyiapkan generasi emas Indonesia.

5. Prof. Ashari juga mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan UTBK. Terlebih, pelaksanaan UTBK di tengah pandemi yang bisa terlaksanan dengan sangat baik sesuai protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

6. Menurutnya, semua pihak baik pihak UTBK dan pemerintah setempat telah kerja sama dan bahu-membahu melaksanakan UTBK dengan mengikuti prosedur Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dengan sangat baik.

Sementara itu, Ketua Pelaksana LTMPT Prof. Moh. Nasih dalam paparannya menjelaskan tentang perkembangan kegiatan UTBK di lapangan. Menurut Prof. Nasih UTBK Tahap I telah terlaksana sebanyak 19 sesi. 558.107 peserta yang terjadwal ikut UTBK Tahap I. Dari pseserta tersebut, 519.070 peserta dinyatakan ikut dan hadir dalam UTBK Tahap 1

Jika dihitung dari daftar kehadiran tentu sangat luar biasa. Tingkat kehadiran peserta sebanyak 93,01%. Ini bentuk kemajuan yang sangat berarti di tengah wabah pandemi yang belum mereda.

“Kami yakin, ini didorong oleh kerja sama banyak pihak. Dari persiapan pantia pelaksana UTBK dan tekad semua peserta untuk bisa melaksanakan UTBK. Bahkan kehadiran tahun ini, lebih tinggi dibandingkan tahun lalu,” ujar Prof Nasih

Tidak hanya itu, di beberapa tempat kehadiran peserta bisa mencapai 97,76%. Hal ini terjadi di UPN Jakarta. Setidaknya ada lima pusat UTBK yang tinggi, UPN Jakarta, UPI Purwakarta, UNTIRTA Banten, ISBI Bandung, dan UI.

“Sekali lagi ini merupakan hal yang membanggakan. Meski di tengah pandemi, semua protokol kesehatan bisa kita lakasanakan dengan sebaik-baiknya. Dan tentu ini bisa menjadi motivasi kepada semua calon peserta untuk optimis bahwa semua proses aktivitas di perguruan tinggi bisa dilaksanakan dengan baik dalam mematuhi protokol kesehatan,” terangnya.

Perihal laporan pemeriksaan kesehatan, dalam berbagai wilayah pelaksanaan UTBK sangat melakukan dengan ketat. Mulai dari pemeriksaan suhu, rapid test, sterilisasi ruangan usai digunakan, jaga jarak, cuci tangan, dan bahkan ada yang memberikan fasilitas untuk menggunakan sarung tangan.

Tidak hanya itu, pantaun ruangan juga tidak bisa lepas dari CCTV. Bahkan, pimpinan perguruan tinggi tempat pelaksana dan gugus tugas covid-19 juga turut memantau pelaksanaan UTBK. Hal ini tentu menjadi upaya untuk mendukung pelaksanaan protokol covid-19 dengan sebaik-baiknya.

Selanjutnya, Prof. Nasih juga menjelaskan bahwa peserta yang pada tahap pertama terhalang untuk mengikuti UTBK karena suhu badan yang tinggi, reaktif covid, dan kurang sehat, maka dianjurkan untuk mengikuti UTBK Tahap II.

“Untuk itu, bagi yang mengikuti tahap II, para peserta diharapkan untuk benar-benar menjaga kesehatan diri dan rajin-rajinlah mengukur suhu serta menjaga imunitas dengan baik. Mengingat, panitia tidak menyelenggarakan tahap ke III, untuk itu tahap II harus dipersiapkan dengan matang,” pungkasnya. [adg/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar