Pendidikan & Kesehatan

UTBK Masuk PT Harus Bawa Hasil Rapid Tes, Begini Tanggapan Unair

Surabaya (beritajatim.com) – Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk masuk ke jenjang Perguruan Tinggi (PT) diwajibkan oleh Walikota Surabaya untuk melakukan test swab atau minimal test rapid dan dihasilkannya ditunjukkan saat akan memasuki ruangan test.

Seperti yang tertera pada poin ke dua, dalam surat Walikota kepada Rektor Unair, ITS dan UPN yang menjadi tempat pusat ujian yang dikirin pada hari ini, 2 Juli 2020. Tentunya hal ini menjadi sebuah poin yang menghambat bagi sebagian besar peserta UTBK.

Pasalnya diketahui bahwa test rapid dan test swab secara mandiri membutuhkan biaya yang cukup besar dan waktu hasil uji untuk test swab yang cukup lama. Terkait hal itu sebenarnya pihak universitas yang didapuk menjadi tuan rumah lokasi UTBK sebenarnya jauh-jauh hari telah mengumumkan protab atau skema aman pelaksanaan UTBK sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19.

Suko Widodo, sebagai Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair pun memberikan tanggapannya.

“Kami berharap peserta UTBK bisa menjalani tes dengan mengikuti ketentuan yang ditetapkan pihak Pemerintah Kota Surabaya. Meski sebetulnya pihak Panitia telah menyiapkan tata cara penyelenggaraan UTBK sesuai Protap kesehatan,” ujar Suko, Kamis (2/7/2020).

Ia menjelaskan dalam protab tersebut Unair telah menerapkan wajib pakai masker. Panitia pun telah menyiapkan sejumlah sarana untuk pencegahan.

“Jadi, peserta masuk kawasan kampus langsung dilakukan pengukuran suhu. Jika lolos, yang bersangkutan masuk ke gedung tes. Disana wajib cuci tangan yang sarananya telah siap. Kemudian masuk ruangan diatur dengan berjarak, lalu diukir suhu tubuhnya. Setelah lolos, diberi sarung tangan,” tukas Suko.

Juga, satu ruangan besar hanya berisi 15-20 peserta. Dan masing masing peserta berjarak minimal 1,5 meter. Serta Panitia juga menyediakan tim dokter dan mobil ambulans. [adg/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar