Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

USAID Beri Penghargaan pada Universitas Jember

Siti Maimunah (foto kiri bawah) tengah memaparkan program yang dibuatnya kala mengikuti KKN tematik Kewirausahaan di hadapan Plt. Dirjen Dikti, Prof. Nizam (foto kanan bawah) [foto: Humas Unej]

Jember (beritajatim.com) – Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (United States Agency for International Development, USAID) memberikan penghargaan kepada Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, secara daring, Selasa (5/10/2021) kemarin.

Penghargaan diberikan dalam acara konferensi inklusivitas bertajuk Sebuah Inisiatif Ketenagakerjaan dan Kewirausahaan Inklusif. Acara konferensi digelar oleh Mitra Kunci USAID bekerjasama dengan Ditjen Dikti Kemendikbudristek. Universitas Jember menjadi salah satu dari 10 Perguruan Tinggi Negeri dan 3 Politeknik Negeri di Indonesia yang juga mendapatkan penghargaan hari itu.

Penghargaan ini dipicu kesuksesan Siti Maimunah, mahasiswi Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB), yang berhasil mendampingi pengusaha mikro kecil menengah, toko kaos Lokatara, di Jember. Omzet toko ini melonjak dari Rp 3 juta per bulan menjadi Rp 60 juta per bulan setelah Maimunah menjadi pendamping sebagai bagian dari Kuliah Kerja Nyata tematik Kewirausahaan pada Juni 2020.

Maimunah melakukan tiga langkah untuk mendampingi Lokatara, yakni memetakan pelanggan, membenahi toko, dan membuat program pemasaran inovatif. “Menyasar pelanggan menengah ke bawah, desain kaos biasanya memakai warna-warna dasar yang ngejreng. Sementara untuk pelanggan menengah ke atas, kami pakai warna pastel yang lebih adem,” katanya, sebagaimana dilansir Humas Unej, Rabu (6/10/2021).

Maimunah juga membantu pembenahan toko dengan memasang display yang unik dan menyesuaikan diri dengan tema yang sedang populer. “Ketiga, membuat program pemasaran yang inovatif, misalnya jika pelanggan membeli kaos maka akan mendapatkan hadiah tertentu,” katanya, saat memaparkan programnya di hadapan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof. Nizam.

Nizam mengatakan, Kementerian Pendidikan dan kebudayaan Riset Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi memfasilitasi mahasiswa yang memiliki ketertarikan di bidang wirausaha melalui program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). “Mahasiswa yang ingin berwirausaha bisa mengembangkan program wirausaha selama tiga semester dan akan diakui sebagai bagian dari perkuliahan,” katanya.

Sementara bagi mahasiswa yang memiliki ide usaha atau sedang membangun usaha rintisan, Nizam mengatakan, bisa bergabung ke kedaireka.id. “Kedareka.id adalah wahana bertemunya mahasiswa dengan para pemangku kepentingan seperti kalangan industri atau investor. Sudah ada dua puluh lima ribu lebih mahasiswa yang bergabung di kedaireka.id,” kata Nizam. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar