Pendidikan & Kesehatan

Usai Kakinya Diamputasi, Begini Kondisi Gadis Penderita Kanker Tulang di Mojokerto

Silfi Qumairo (14) terbaring di atas ranjang usai kaki kanannya diamputasi. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Masih ingat Silfi Qumairo (14), gadis asal Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto penderita kanker tulang? Salah satu pelajar Sekolah Menegah Pertama (SMP) swasta di Kecamatan Sooko ini, divonis dokter kanker tulang setelah terjatuh di sekolah pada Desember 2018.

Kaki sebelah kanan siswi kelas II yang mengalami bengkak terase, kini sudah diamputasi. Anak pasangan, Faizin Laili Agustin (35) dan Mohammad Gozali (37) ini menjalani operasi kaki kanan di RSU dr Soetomo Kota Surabaya pada Minggu (29/9/2019) sekitar pukul 06.30 WIB.

Ayah Silfi, Mohammad Gozali (37) menuturkan, Silfi menjalani operasi di Surabaya setelah mendapat fasilitas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto. “Silfi dijemput mobil ambulans dan dibawa ke RSU dr Soetomo pada Minggu, 22 September lalu,” ungkapnya, Rabu (9/10/2019).

Masih kata Gozali, kaki Silfi diamputasi seminggu kemudian atau pada, Minggu (29/9/2019) sekitar pukul 06.30 WIB, Silfi keluar dari ruang operasi sekitar pukul 11.00 WIB. Silfi dirawat di RSU dr Soetomo Surabaya selama 12 hari dan kembali ke rumah di Mojokerto, pada Kamis (3/10/2019) pekan lalu.

“Saat ini yang dikeluhkan setelah menjalani operasi, merasakan rasa nyeri di bekas amputasi dan kadang dia merasa pusing. Kepala sebelah kanan Silfi terdapat benjolan kecil, saat diperiksa dokter katanya tidak ada masalah, tapi besok saat kontrol kita akan konsultasi,” jelasnya.

Meski kehilangan kaki sebelah kanan, silfi tetap bersemangat dan ingin segera kembali bersekolah. Harapannya untuk kembali mengenyam bangku sekolah ditunjukan dengan meminta orang tuanya sebuah laptop.

“Alhamdulillah anaknya punya semangat yang tinggi. Harapan anaknya ya ingin cepat masuk sekolah. Kemarin juga minta laptop untuk belajar di sekolah, meski belum bisa duduk dan hanya bisa berbaring di atas tempat tidur. Saat ini, dokter lebih fokus kepada proses penyembuhan,” ujarnya.

Gozali menambahkan, Silfi akan mendapatkan bantuan dari Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berupa kaki palsu. Namun, pihak dokter meminta agar fokus ke penyembuhan baru konsultasi kaki palsu. Tak hanya bisa berbaring di tempat tidur, wajah Silfi pucat, tubuhnya kurus, rambutnya pun kini semakin habis. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar