Pendidikan & Kesehatan

Usai Divaksin, 2 Orang di Ponorogo Alami Pusing

Wadir Medik RSUD dr. Harjono Ponorogo, dr. Enggar Tri Adji. [Foto/Endra Dwiono]

Ponorogo (beritajatim.com) – Sebanyak 663 tenaga kesehatan (nakes) maupun karyawan di RSUD dr. Harjono menjalani vaksinasi tahap pertama. Vaksinasi Covid-19 Sinovac di rumah sakit plat merah itu berlangsung selama 4 hari, mulai Kamis (28/1) hingga Minggu (31/1).

Dari jumlah yang sudah divaksin, rupanya ada 2 orang terkena efek samping pasca vaksinasi tersebut. Atau istilah medisnya disebut Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). “Dari 663 peserta vaksinasi, ada 2 orang yang mengalami KIPI,” kata Wadir Medik RSUD dr. Harjono Ponorogo, dr. Enggar Tri Adji, Senin (1/2/2021).

Meskipun begitu, efek samping atau KIPI yang ditimbulkan hanya ringan. Mereka sama-sama hanya mengalami pusing. Enggar menceritakan bahkan pasca vaksinasi mereka menunggu selama 30 menit. Nah, saat itulah mereka mengalami pusing tersebut. “Mengetahui mengalami gejala pusing, petugas kami langsung melakukan observasi,” katanya.

Observasi, kata Enggar, tidak perlu menuju ruangan unit gawat darurat (UGD), sebab di tempat vaksinasi juga disediakan penanganan peserta yang mengalami KIPI. Petugas memasang oksigen, namun tanpa pengobatan.

Kurang dari satu jam, mereka sudah kembali sehat. Dia tidak merasakan pusing. “Alhamdulillah aman lah, setelah diobservasi mereka sudah sehat kembali,” katanya.

Dua orang yang mengalami KIPI ini bukan dokter, keduanya merupakan perawat dan staf bagian administrasi, yakni kasir. Selama vaksinasi tahap pertama, Enggar menyebut, pihaknya hanya menemukan 2 kasus KIPI.

Minimnya, peserta yang mengalami KIPI, kata Enggar, itu membuktikan bahwa vaksin Covid-19 Sinovac aman. “Pemberian vaksin ini salah satu cara untuk menekan penularan Covid-19. Jadi masyarakat jangan takut, nakes sudah membuktikannya,” pungkasnya. [end/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar