Pendidikan & Kesehatan

Update! Pasien Covid-19 di Mojokerto Terus Melonjak, Gugus Tugas Siapkan Gedung Diklat

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetya. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Peta Sebaran Covid-19 di Kota Mojokerto mulai tanggal 13 Juni 2020 bertambah tiga orang terkonfirmasi positif Covid-19 sehingga total menjadi 39 orang. Melonjaknya jumlah pasien terkonfirmasi positif virus corana dari hasil tracing tersebut, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menambahkan ruang observasi untuk pasien.

Salah satunya dengan menyiapkan gedung Balai Diklat di Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto sebagai tempat alternatif lainnya. Ada sekitar 50 kamar yang disiapkan Pemkot Mojokerto jika memang Rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Cinde di Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto penuh.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Gaguk Tri Prasetyo mengatakan, gedung Balai Diklat sudah sejak lama direncanakan untuk ruang observasi pasien Covid-19 di Kota Mojokerto.

“Sejak lama, kami telah merencanakan gedung Balai Diklat sebagai tempat alternatif lain jika pasien terus bertambah,” ungkapnya, Minggu (14/6/2020).

Mengingat, lanjut Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) ini, dengan menggunakan metode tracing saat ini tentunya akan angka-angkat penambahan tersebut tidak bisa diprediksi. Untuk itu, Pemkot Mojokerto mengupayakan sebaik mungkin untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi warga Kota Mojokerto dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona ini.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetya. [Foto: misti/bj.com]
“Penggunaan gedung balai Diklat bukan semata-mata digunakan bagi pasien yang telah terkonfirmasi positif. Melainkan pasien yang dalam kategori ORG (Orang Tanpa Gejala) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Hal ini tidak lepas untuk pemulihan dan percepatan dalam penanganan dari hasil rapid test yang menunjukkan hasil reaktif,” katanya.

Gaguk yang merupakan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) ini menambahkan, ketika hasil rapid test reaktif, maka Pemkot Mojokerto melakukan prosedur sesuai dengan standar protokol untuk mengevakuasi ke tempat observasi. Hal ini tidak lepas agar masyarakat yang hasil rapid test reaktif mendapatkan perawatan sedini mungkin.

Sementara itu, Peta Sebaran Covid-19 di Kota Mojokerto per tanggal 13 Juni 2020, Orang Dalam Resiko (ODR) bertambah menjadi 4.118 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 559 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 10 orang dan empat diantaranya meninggal, satu pasien sembuh.

Sedangkan kasus pasien terkonfirmasi, bertambah tiga orang sehingga total menjadi 39 orang. Empat orang di antaranya dinyatakan sembuh, satu pasien meninggal dan 34 masih menjalani perawatan baik di Rusunawa Cinde maupun Rumah Sakit (RS) rujukan pasien Covid-19.(tin/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar