Pendidikan & Kesehatan

Update Kota Mojokerto, Tambah 11 Kasus Positif Covid-19

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo

Mojokerto (beritajatim.com) – Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Mojokerto setiap harinya terus bertambah. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto meliris Peta Sebaran Covid-19 per tanggal 13 Juli 2020 untuk pasien terkonfirmasi positif sebanyak 154 pasien atau ada tambahan 11 kasus baru.

Dalam sepekan pasien yang dinyatakan terpapar virus corona setelah menjalani tes swab dan hasilnya keluar, mengalami kenaikan mencapai 10 persen setiap harinya. Dan tambahan 11 kasus baru di Kota Mojokerto tersebut masih didominasi Orang Tanpa Gejala (OTG).

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo membenarkan, ada tambahan kasus baru di Kota Mojokerto setiap harinya. “Prosentase ini, masih tetap didominasi oleh OTG yang naik statusnya menjadi pasien terkonfirmasi positif setelah menjalani tes swab,” ungkapnya, Selasa (14/7/2020).

Sedangkan sisanya, lanjut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Mojokerto ini, berasal dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Resiko (ODR). Sehingga setiap hari rata-rata kenaikan pasien terkonfirmasi positif di Kota Mojokerto bekisar 5 sampai 10 pasien.

“Kemarin ada 11 orang. Paling banyak mencapai 15 orang. Jumlah pasien terkonfirmasi positif di Kota Mojokerto akan terus bertambah setiap harinya jika masyarakat tidak disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Sebab, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah daerah dalam memutus mata rantai penyebaran virus,” ujarnya.

Pemerintah daerah (pemda), lanjut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ini menambahkan, segala upaya dilakukan pemda untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang telah menjadi pandemi sejak beberapa bulan terakhir. Mulai dari menyiapkan ruang observasi khusus bagi OTG yang dinyatakan reaktif dari hasil rapid test hingga penyemprotan disinfektan secara berkala setiap harinya.

“Untuk menekan angka penyebarannya virus ini, kami meminta dukungan, partisipasi dan peran masyarakat. Yakni dengan cara, tetap menjalankan protokol kesehatan, memakai masker setiap keluar rumah, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, jaga jarak setiap berada di ruang publik dan tentunya menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” tegasnya.

Pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar mematuhi peraturan baru yang telah dibuat oleh pemerintah daerah. Peraturan tersebut tertuang dalam Perwali Kota Mojokerto Nomor 55 yang merupakan perubahan dari Perwali Nomor 47 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Pada Kondisi Pandemi Corona Virus Disease 2019.

“Kami minta kepada seluruh masyarakat agar terus disiplin menjalankan protokol kesehatan. Jangan sampai lalai serta tidak usah segan untuk menegur orang lain jika tidak disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, salah satunya menggunakan masker karena ada sanksinya. Yakni kerja sosial atau denda senilai Rp200 ribu, ini semua semata-mata demi keselamatan kita bersama,” pungkasnya.

Peta Sabaran Covid-19 Kota Mojokerto per tanggal 13 Juli 2020, Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 768 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 21 orang dengan jumlah PDP yang meninggal berjumlah 10 orang. Pasien terkonfirmasi, bertambah menjadi 154 orang atau tambah 11 orang.

Dengan rincian, sebanyak 21 orang diantaranya dinyatakan sembuh, sebanyak lima orang meninggal dan sebanyak 128 masih menjalani perawatan. [tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar