Pendidikan & Kesehatan

Update Jatim: Positif Covid-19 Naik Jadi 499, Sembuh 86, Meninggal 46

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan pernyataan pers untuk update data kasus Covid-19 di Jatim. Hingga 15 April 2020 pukul 20.00 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 15328 orang, 1621 orang pasien dalam pengawasan (PDP) dan positif Covid-19 (coronavirus) 499 orang.

“Jadi, total 499 orang yang positif Covid-19 di Jatim, ada tambahan 25 orang. Yang sembuh bertambah 5 menjadi 86 orang dan meninggal tambah 1 menjadi 46 orang,” katanya kepada wartawan usai Konferensi Pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (15/4/2020) malam.

Gubernur merinci yang positif 499 orang di Jatim itu terdiri dari 244 dari Surabaya, 13 Kabupaten Malang, 8 Kota Malang, 2 Kota Batu, 10 dari Magetan, 46 dari Sidoarjo, 12 Kabupaten Kediri, 7 Kota Kediri, 18 Gresik, 2 Kabupaten Blitar, 1 Kota Blitar, 8 Lumajang, 4 Jember, 11 Situbondo, 1 Bondowoso, serta 3 Banyuwangi.

Kemudian 5 Pamekasan, 15 Tulungagung, 7 Jombang, 9 Nganjuk, 3 Kabupaten Madiun, 6 Ponorogo, 1 Trenggalek, 25 Lamongan, 4 Bangkalan, 1 Pacitan, 4 Bojonegoro, 3 Tuban, 10 Kabupaten Pasuruan, 2 Kota Pasuruan, 11 Kabupaten Probolinggo, 2 Kota Probolinggo dan 1 Kabupaten Mojokerto.

Dari data tersebut, ada 46 pasien yang meninggal, yakni 1 di Kabupaten Malang, 24 di Surabaya, 6 di Sidoarjo, 1 di Gresik, 4 di Kabupaten Kediri, 1 di Magetan, 1 Pamekasan, 1 Bojonegoro, 2 Lumajang, 1 Kota Pasuruan, 1 Banyuwangi, 1 Jember, 1 Kabupaten Blitar dan 1 Tuban.

Ada 86 yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah sembuh. Yakni, 11 dari Malang, 1 Kota Batu, 40 dari Surabaya, 5 dari Sidoarjo, 2 dari Gresik, 2 Lamongan, 1 dari Kabupaten Blitar, 1 dari Kota Blitar, 8 dari Magetan, 2 dari Kabupaten Kediri, 1 Jember, 2 Kota Kediri, 6 Situbondo, 1 Tulungagung, 1 Kabupaten Madiun, 1 Lumajang dan 1 Banyuwangi.

Untuk itu, Gubernur Khofifah menegaskan, agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan memaksimalkan langkah pencegahan Covid-19.

“Tetap menjaga jarak sosial, melakukan olah raga, tinggal di rumah dan keluar hanya urgent, pola hidup bersih dan sehat, cuci tangan yang baik atau jangan mengundang atau datang ke keramaian dulu. Jangan melakukan suasana yang menjadikan panik. Penyebaran Covid-19 ini jangan pernah dianggap sepele. Kewaspadaan harus berlapis. Gunakan masker setiap keluar rumah,” pungkasnya. [tok/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar