Pendidikan & Kesehatan

Update Jatim 3.568 Positif, Surabaya 1927 Positif Covid-19

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan pernyataan pers untuk update data perkembangan kasus Covid-19 di Jatim pada Sabtu (23/5/2020) malam.

Pada hari ini merupakan hari keduabelas penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik) tahap kedua. PSBB diperpanjang sejak 12 Mei hingga 25 Mei 2020.

Hingga 23 Mei 2020 pukul 21.00 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 23.642 orang (masih dipantau 4.161 orang), jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) ada 5.561 orang (masih diawasi 2.523 orang) dan positif Covid-19 (coronavirus) 3.568 orang (masih dirawat 2.806 orang).

Surabaya hari ini bertambah 310 kasus baru menjadi 1.927 dan Sidoarjo bertambah 84 menjadi 497. Sedangkan, Gresik bertambah 5 kasus baru menjadi 127 positif.

“Hari ini ada tambahan 476 kasus baru di Jatim. Total ada 3.568 orang yang positif Covid-19 di Jatim. Yang sembuh bertambah 39 menjadi 465 orang. Dan, yang meninggal bertambah 12 menjadi 285 orang,” katanya kepada wartawan, Sabtu (23/5/2020) malam.

Gubernur merinci yang positif 3.568 orang di Jatim itu terdiri dari 1.927 dari Surabaya, 59 Kabupaten Malang, 35 Kota Malang, 12 Kota Batu, 67 dari Magetan, 497 dari Sidoarjo, 79 Kabupaten Kediri, 29 Kota Kediri, 127 Gresik, 77 Lamongan, 10 Kabupaten Blitar, 3 Kota Blitar, 40 Lumajang, 27 Jember, 12 Situbondo, 10 Bondowoso, 5 Banyuwangi, 14 Pamekasan, 52 Tulungagung, 35 Jombang, 27 Nganjuk, 24 Kabupaten Madiun, 23 Ponorogo, 5 Trenggalek, 30 Bangkalan, 13 Pacitan, 42 Bojonegoro, 20 Tuban, 74 Kabupaten Pasuruan, 21 Kota Pasuruan, 76 Kabupaten Probolinggo, 15 Kota Probolinggo, 7 Sumenep, 24 Kabupaten Mojokerto, 7 Kota Mojokerto, 12 Ngawi, 3 Kota Madiun, 16 Sampang dan 12 Kapal Barang.

Ada 465 yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah sembuh. Yakni, 24 dari Kabupaten Malang, 13 Kota Malang, 2 Kota Batu, 179 Surabaya, 21 Sidoarjo, 12 Gresik, 17 Lamongan, 3 Kabupaten Blitar, 1 Kota Blitar, 37 Magetan, 5 Kabupaten Kediri, 5 Jember, 7 Kota Kediri, 11 Situbondo, 14 Tulungagung, 2 Trenggalek, 11 Nganjuk, 4 Jombang, 2 Kabupaten Mojokerto, 2 Kota Mojokerto, 6 Kabupaten Madiun, 4 Ngawi, 13 Lumajang, 8 Kota Probolinggo, 8 Kabupaten Pasuruan, 8 Ponorogo, 2 Bondowoso, 6 Bangkalan, 6 Pamekasan, 4 Tuban, 16 Kabupaten Probolinggo, 1 Kota Pasuruan, 3 Pacitan, 2 Sumenep, 3 Sampang, 2 Bojonegoro dan 1 Banyuwangi.

Sementara itu, ada 285 pasien yang meninggal, yakni 10 di Kabupaten Malang, 1 Kota Malang, 1 Kota Batu, 169 di Surabaya, 40 di Sidoarjo, 11 di Gresik, 1 Bangkalan, 11 di Lamongan, 8 di Kabupaten Kediri, 2 di Magetan, 2 Pamekasan, 6 Bojonegoro, 4 Lumajang, 1 Kota Pasuruan, 2 Kabupaten Probolinggo, 1 Kota Probolinggo, 3 Kabupaten Pasuruan, 1 Kabupaten Mojokerto, 1 Banyuwangi, 2 Jember, 3 Kabupaten Blitar, 1 Jombang, 1 Ponorogo, 1 Tulungagung dan 2 Tuban. (tok/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar