Pendidikan & Kesehatan

Total Pasien Positif Menjadi 1.534 Jiwa

Update Covid-19 Jatim: Surabaya Tambah 33, Sidoarjo 2, Gresik Nihil

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan pernyataan pers untuk update data perkembangan kasus Covid-19 di Jatim pada Senin (11/5/2020) malam ini.

Pada hari ini merupakan hari keempatbelas atau hari terakhir penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik) tahap pertama. PSBB diperpanjang untuk tahap kedua sejak 12 Mei hingga 25 Mei 2020.

Hingga 11 Mei 2020 pukul 19.30 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 21391 orang, 4166 orang pasien dalam pengawasan (PDP) dan positif Covid-19 (coronavirus) 1534 orang.

Surabaya hari ini bertambah 33 kasus baru menjadi 741 dan Sidoarjo bertambah 2 menjadi 188. Sedangkan, Gresik sudah empat hari terakhir ini tidak bertambah kasus baru alias tetap 37.

“Hari ini ada tambahan 43 kasus baru di Jatim. Total ada 1534 orang yang positif Covid-19 di Jatim. Yang sembuh bertambah 13 menjadi 257 orang dan meninggal bertambah 6 menjadi 155 orang,” katanya kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (11/5/2020) malam.

Gubernur merinci yang positif 1534 orang di Jatim itu terdiri dari 741 dari Surabaya, 47 Kabupaten Malang, 25 Kota Malang, 5 Kota Batu, 53 dari Magetan, 188 dari Sidoarjo, 30 Kabupaten Kediri, 10 Kota Kediri, 37 Gresik, 9 Kabupaten Blitar, 2 Kota Blitar, 27 Lumajang, 15 Jember, 12 Situbondo, 8 Bondowoso, 4 Banyuwangi, 10 Pamekasan, 32 Tulungagung, 15 Jombang, 15 Nganjuk, 13 Kabupaten Madiun, 12 Ponorogo, 3 Trenggalek, 55 Lamongan, 20 Bangkalan, 9 Pacitan, 15 Bojonegoro, 11 Tuban, 41 Kabupaten Pasuruan, 10 Kota Pasuruan, 25 Kabupaten Probolinggo, 11 Kota Probolinggo, 5 Sumenep, 9 Kabupaten Mojokerto, 3 Kota Mojokerto, 6 Ngawi dan 1 Kota Madiun.

Ada 257 yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah sembuh. Yakni, 15 dari Kabupaten Malang, 10 Kota Malang, 1 Kota Batu, 110 dari Surabaya, 14 dari Sidoarjo, 10 dari Gresik, 9 Lamongan, 1 dari Kabupaten Blitar, 1 dari Kota Blitar, 11 dari Magetan, 2 dari Kabupaten Kediri, 2 Jember, 6 Kota Kediri, 10 Situbondo, 11 Tulungagung, 1 Trenggalek, 3 Nganjuk, 2 Jombang, 2 Kabupaten Mojokerto, 3 Kabupaten Madiun, 1 Ngawi, 4 Lumajang, 3 Kota Probolinggo, 4 Kabupaten Pasuruan, 6 Ponorogo, 2 Bondowoso, 4 Bangkalan, 5 Pamekasan, 1 Tuban, 1 Kabupaten Probolinggo, 1 Kota Pasuruan dan 1 Banyuwangi.

Sementara itu, ada 155 pasien yang meninggal, yakni 9 di Kabupaten Malang, 89 di Surabaya, 20 di Sidoarjo, 6 di Gresik, 1 Bangkalan, 8 di Lamongan, 4 di Kabupaten Kediri, 2 di Magetan, 1 Pamekasan, 3 Bojonegoro, 4 Lumajang, 1 Kota Pasuruan, 1 Banyuwangi, 1 Jember, 3 Kabupaten Blitar dan 2 Tuban. [tok/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar