Pendidikan & Kesehatan

Update Covid-19 Jatim: 2.491 Positif, Surabaya Tambah 86 Kasus Tembus 1.255 Positif

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan pernyataan pers untuk update data perkembangan kasus Covid-19 di Jatim pada Rabu (20/5/2020) malam. Pada hari ini merupakan hari kesembilan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik) tahap kedua. PSBB diperpanjang sejak 12 Mei hingga 25 Mei 2020.

Hingga 20 Mei 2020 pukul 21.00 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 23.151 orang (masih dipantau 3.994 orang), jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) ada 5.274 orang (masih diawasi 2.388 orang) dan positif Covid-19 (coronavirus) 2.491 orang (masih dirawat 1.836 orang).

Surabaya hari ini bertambah 86 kasus baru menjadi 1.255 dan Sidoarjo bertambah 2 menjadi 329. Sedangkan, Gresik bertambah 8 kasus baru menjadi 67 positif. “Hari ini ada tambahan 119 kasus baru di Jatim. Total ada 2.491 orang yang positif Covid-19 di Jatim. Yang sembuh bertambah 16 menjadi 403 orang. Dan, yang meninggal bertambah 13 menjadi 243 orang,” katanya kepada wartawan, Rabu (20/5/2020) malam.

Gubernur merinci yang positif 2.491 orang di Jatim itu terdiri dari 1.255 dari Surabaya, 55 Kabupaten Malang, 27 Kota Malang, 8 Kota Batu, 62 dari Magetan, 329 dari Sidoarjo, 56 Kabupaten Kediri, 27 Kota Kediri, 67 Gresik, 68 Lamongan, 11 Kabupaten Blitar, 2 Kota Blitar, 33 Lumajang, 25 Jember, 12 Situbondo, 9 Bondowoso, 5 Banyuwangi, 14 Pamekasan, 47 Tulungagung, 27 Jombang, 20 Nganjuk, serta 21 Kabupaten Madiun.

Kemudian 23 Ponorogo, 5 Trenggalek, 26 Bangkalan, 9 Pacitan, 37 Bojonegoro, 19 Tuban, 57 Kabupaten Pasuruan, 17 Kota Pasuruan, 44 Kabupaten Probolinggo, 13 Kota Probolinggo, 6 Sumenep, 15 Kabupaten Mojokerto, 5 Kota Mojokerto, 12 Ngawi, 3 Kota Madiun, 12 Sampang dan 9 Kapal Barang.

Ada 403 yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah sembuh. Yakni, 20 dari Kabupaten Malang, 12 Kota Malang, 2 Kota Batu, 154 dari Surabaya, 19 dari Sidoarjo, 12 dari Gresik, 17 Lamongan, 2 dari Kabupaten Blitar, 1 dari Kota Blitar, 35 dari Magetan, 4 dari Kabupaten Kediri, 5 Jember, serta 7 Kota Kediri.

Selanjutnya, 11 Situbondo, 14 Tulungagung, 1 Trenggalek, 7 Nganjuk, 2 Jombang, 2 Kabupaten Mojokerto, 1 Kota Mojokerto, 3 Kabupaten Madiun, 1 Ngawi, 12 Lumajang, 4 Kota Probolinggo, 8 Kabupaten Pasuruan, 8 Ponorogo, 2 Bondowoso, 5 Bangkalan, 6 Pamekasan, 3 Tuban, 15 Kabupaten Probolinggo, 1 Kota Pasuruan, 2 Pacitan, 1 Sumenep, 1 Sampang, 2 Bojonegoro dan 1 Banyuwangi.

Sementara itu, ada 243 pasien yang meninggal, yakni 10 di Kabupaten Malang, 1 Kota Batu, 146 di Surabaya, 34 di Sidoarjo, 7 di Gresik, 1 Bangkalan, 10 di Lamongan, 7 di Kabupaten Kediri, 2 di Magetan, 2 Pamekasan, 5 Bojonegoro, 4 Lumajang, 1 Kota Pasuruan, 1 Kabupaten Probolinggo, 1 Kabupaten Pasuruan, 1 Kabupaten Mojokerto, 1 Banyuwangi, 2 Jember, 3 Kabupaten Blitar, 1 Jombang, 1 Ponorogo dan 2 Tuban. [tok/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar