Pendidikan & Kesehatan

Update Covid-19 Jatim: 2.281 Positif, Surabaya Tembus 1.109 Positif

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan pernyataan pers untuk update data perkembangan kasus Covid-19 di Jatim pada Senin (18/5/2020) malam ini.

Pada hari ini merupakan hari ketujuh penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik) tahap kedua. PSBB diperpanjang sejak 12 Mei hingga 25 Mei 2020.

Hingga 18 Mei 2020 pukul 20.00 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 22.859 orang (masih dipantau 4.093 orang), jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) ada 5.014 orang (masih diawasi 2.330 orang) dan positif Covid-19 (coronavirus) 2.281 orang (masih dirawat 1.673 orang).

Surabaya hari ini bertambah 50 kasus baru menjadi 1.109 dan Sidoarjo bertambah 37 menjadi 322. Sedangkan, Gresik bertambah 8 kasus baru menjadi 59.

“Hari ini ada tambahan 131 kasus baru di Jatim. Total ada 2.281 orang yang positif Covid-19 di Jatim. Yang sembuh bertambah 38 menjadi 375 orang. Dan, yang meninggal bertambah 13 menjadi 224 orang,” katanya kepada wartawan, Senin (18/5/2020) malam.

Gubernur merinci yang positif 2.281 orang di Jatim itu terdiri dari 1.109 dari Surabaya, 53 Kabupaten Malang, 27 Kota Malang, 7 Kota Batu, 60 dari Magetan, 322 dari Sidoarjo, 54 Kabupaten Kediri, 26 Kota Kediri, 59 Gresik, 10 Kabupaten Blitar, 2 Kota Blitar, 32 Lumajang, 24 Jember, 12 Situbondo, 8 Bondowoso, 5 Banyuwangi, 11 Pamekasan, 47 Tulungagung, 24 Jombang, 20 Nganjuk, 21 Kabupaten Madiun, 17 Ponorogo, 5 Trenggalek, 65 Lamongan, 24 Bangkalan, 9 Pacitan, 35 Bojonegoro, 18 Tuban, 57 Kabupaten Pasuruan, 17 Kota Pasuruan, 44 Kabupaten Probolinggo, 13 Kota Probolinggo, 6 Sumenep, 11 Kabupaten Mojokerto, 4 Kota Mojokerto, 6 Ngawi, 3 Kota Madiun, 5 Sampang dan 9 Kapal Barang.

Ada 375 yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah sembuh. Yakni, 19 dari Kabupaten Malang, 12 Kota Malang, 2 Kota Batu, 140 dari Surabaya, 19 dari Sidoarjo, 12 dari Gresik, 17 Lamongan, 2 dari Kabupaten Blitar, 1 dari Kota Blitar, 35 dari Magetan, 4 dari Kabupaten Kediri, 4 Jember, 7 Kota Kediri, 10 Situbondo, 13 Tulungagung, 1 Trenggalek, 5 Nganjuk, 2 Jombang, 2 Kabupaten Mojokerto, 1 Kota Mojokerto, 3 Kabupaten Madiun, 1 Ngawi, 11 Lumajang, 4 Kota Probolinggo, 8 Kabupaten Pasuruan, 7 Ponorogo, 2 Bondowoso, 4 Bangkalan, 6 Pamekasan, 2 Tuban, 13 Kabupaten Probolinggo, 1 Kota Pasuruan, 2 Pacitan, 1 Sumenep, 1 Sampang dan 1 Banyuwangi.

Sementara itu, ada 224 pasien yang meninggal, yakni 9 di Kabupaten Malang, 1 Kota Batu, 132 di Surabaya, 33 di Sidoarjo, 7 di Gresik, 1 Bangkalan, 10 di Lamongan, 6 di Kabupaten Kediri, 2 di Magetan, 2 Pamekasan, 5 Bojonegoro, 4 Lumajang, 1 Kota Pasuruan, 1 Kabupaten Probolinggo, 1 Banyuwangi, 2 Jember, 3 Kabupaten Blitar, 1 Jombang, 1 Ponorogo dan 2 Tuban. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar