Pendidikan & Kesehatan

Update Covid-19 Jatim: 1.409 Positif, Surabaya Bertambah 75 Jadi 667 Positif

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan pernyataan pers untuk update data perkembangan kasus Covid-19 di Jatim pada Sabtu (9/5/2020) malam ini.

Pada hari ini merupakan hari keduabelas penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik). Surabaya Raya telah diputuskan untuk diperpanjang PSBB tahap kedua pada 11 Mei hingga 25 Mei 2020 (H+1 Lebaran).

Hingga 9 Mei 2020 pukul 20.00 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 21131 orang, 3971 orang pasien dalam pengawasan (PDP) dan positif Covid-19 (coronavirus) 1409 orang.

Surabaya hari ini bertambah 75 kasus baru menjadi 667 dan Sidoarjo bertambah 18 menjadi 170. Sedangkan, Gresik sudah dua hari terakhir ini tidak bertambah kasus baru alias tetap 37.

“Hari ini ada tambahan 128 kasus baru di Jatim. Total ada 1409 orang yang positif Covid-19 di Jatim. Yang sembuh bertambah 3 menjadi 230 orang dan meninggal bertambah 2 menjadi 143 orang,” katanya kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (9/5/2020) malam.

Gubernur merinci yang positif 1409 orang di Jatim itu terdiri dari 667 dari Surabaya, 44 Kabupaten Malang, 22 Kota Malang, 5 Kota Batu, 50 dari Magetan, 170 dari Sidoarjo, 29 Kabupaten Kediri, 10 Kota Kediri, 37 Gresik, 8 Kabupaten Blitar, 1 Kota Blitar, 27 Lumajang, 14 Jember, 12 Situbondo, 6 Bondowoso, 4 Banyuwangi, 10 Pamekasan, 32 Tulungagung, 11 Jombang, 14 Nganjuk, 13 Kabupaten Madiun, 12 Ponorogo, 3 Trenggalek, 51 Lamongan, 19 Bangkalan, 7 Pacitan, 15 Bojonegoro, 9 Tuban, 40 Kabupaten Pasuruan, 10 Kota Pasuruan, 24 Kabupaten Probolinggo, 10 Kota Probolinggo, 5 Sumenep, 8 Kabupaten Mojokerto, 3 Kota Mojokerto, 6 Ngawi dan 1 Kota Madiun.

Ada 230 yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah sembuh. Yakni, 13 dari Kabupaten Malang, 9 Kota Malang, 1 Kota Batu, 100 dari Surabaya, 14 dari Sidoarjo, 10 dari Gresik, 9 Lamongan, 1 dari Kabupaten Blitar, 1 dari Kota Blitar, 11 dari Magetan, 2 dari Kabupaten Kediri, 2 Jember, 6 Kota Kediri, 8 Situbondo, 6 Tulungagung, 1 Trenggalek, 3 Nganjuk, 2 Jombang, 2 Kabupaten Mojokerto, 3 Kabupaten Madiun, 1 Ngawi, 4 Lumajang, 3 Kota Probolinggo, 4 Kabupaten Pasuruan, 5 Ponorogo, 1 Bondowoso, 2 Bangkalan, 4 Pamekasan, 1 Tuban dan 1 Banyuwangi.

Sementara itu, ada 143 pasien yang meninggal, yakni 9 di Kabupaten Malang, 80 di Surabaya, 18 di Sidoarjo, 6 di Gresik, 1 Bangkalan, 8 di Lamongan, 4 di Kabupaten Kediri, 2 di Magetan, 1 Pamekasan, 3 Bojonegoro, 4 Lumajang, 1 Kota Pasuruan, 1 Banyuwangi, 1 Jember, 2 Kabupaten Blitar dan 2 Tuban. [tok/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar