Pendidikan & Kesehatan

Update Covid-19 Gresik Hari Ini, Pasien Sembuh Salip Pasien Positif

Foto ilustrasi

Gresik (beritajatim.com) – Ada kabar yang menggembirakan mengenai pasien Covid-19 di wilayah Kabupaten Gresik. Berdasarkan data update satgas setempat per hari ini (1/8), jumlah pasien yang sembuh menyalip pasien yang terpapar positif.

“Hari ini ada 41 orang pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan medis dan 21 orang yang terkonfirmasi positif,” kata Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik, AM. Reza Pahlevi kepada beritajatim.com, Sabtu (1/08/2020).

Kendati tambahan pasien Covid-19 yang sembuh terus bertambah. Tapi, pasien yang terpapar positif juga bertambah meski trennya melambat. Saat ini, jumlah total pasien positif ada 1.840 orang. Sementara pasien yang sembuh 1.128 orang.

Tambahan 41 pasien yang sembuh berasal dari 4 kecamatan. Dari jumlah itu, Kecamatan Manyar memberi kontribusi terbanyak ada 23 orang yang berasal dari 7 desa. Disusul kemudian Kecamatan Gresik ada 13 orang dari 6 kelurahan.

Sedangkan tambahan 21 pasien positif. Terbanyak dari Kecamatan Kebomas ada 12 orang dari 8 desa. Selanjutnya, Kecamatan Gresik ada 4 orang yang berasal dari dua kelurahan.

“Kami optimis tambahan sembuh pasien Covid-19 akan terus bertambah. Untuk itu, masyarakat harus tetap melaksanakan protokol kesehatan secara mandiri di lingkungannya masing-masing,” kata Reza.

Ia menambahkan, selain mengkedepankan protokol kesehatan. Pemkab Gresik juga terus mensosialisasikan Perbup 22 tahun 2020. Dalam aturan tersebut masyarakat yang mengabaikan bisa kena kerja sosial dan sanksi denda.

“Sanksi denda Rp 150 ribu bagi masyarakat yang tak mengenakan masker atau menciptakan kerumunan massa. Sedangkan sanksi sosial disuruh bersih-bersih di area publik,” imbuhnya.

Selain itu lanjut Reza, Pemkab Gresik juga terus gencar melakukan sosialisasi penegakan protokol kesehatan. Mulai dari tingkat kecamatan hingga desa. Langkah ini diambil agar penyebaran virus Covid-19 bisa ditekan.

“Tanpa dukungan masyarakat kami tidak mungkin bisa mengurangi penyebaran virus mematikan ini,” tandasnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar