Pendidikan & Kesehatan

Update Covid-19 di Ponorogo, 1 Pasien Sembuh, Tambah 1 Positif

Bupati Ipong Muchlissoni. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kabar baik dan buruk kembali disampaikan Bupati Ipong Muchlissoni. Dalam rilis tertulisnya, Dia mengupdate perkembangan penanganan Covid-19 di Ponorogo.

Dari kluster Sukolilo, ada pasien yang dinyatakan sembuh. Istri dari tenaga kesehatan yang beberapa bulan lalu melaksanakan pelatihan nakes haji di asrama haji Sukolilo Surabaya.

“Jadi pasien yang sembuh ini dulunya tertular dari suaminya. Setelah hasil 2 kali Swabnya berturut-turut negatif, pasien perempuan asal Desa Jebeng Kecamatan Slahung ini dinyatakan sembuh,” kata Ipong, Selasa (23/6/2020).

Kemudian Ipong juga mengabarkan ada satu lagi warga bumi reyog yang terkonfirmasi positif Covid-19. Yang bersangkutan adalah perempuan usia 23 tahun, beralamat di Desa Ngraket Kecamatan Balong. Perempuan yang berstatus mahasiswa ini sejak tiga bulan yang lalu ada di rumah, seiring dengan pembelajaran dari rumah. Selama ini dia tidak terdapat keluhan apa-apa atau bisa dibilang orang tanpa gejala (OTG).

Sebagai syarat kembali ke kampus, mahasiswa ini pada tanggal 19 Jumi lalu melakukan rapid test. Dan ternyata hasilnya reaktif. Kemudian tim satgas penanggulangan Covid-19 Ponorogo melakukan test Swab terhadap yang bersangkutan, dan hasilnya positif.

“Riwayatnya selama tiga bulan ini di Ponorogo, pasien nomor 38 beberapa kali beraktivitas ke luar rumah untuk berbelanja ataupun bertemu dengan saudara ataupun temannya,” katanya.

Ipong berharap, meski melakukan aktivitas di luar rumah, semoga masyarakat tidak tertular dari pasien tersebut. Oleh karena itu, meskipun Ponorogo sudah berada di zona kuning, Ipong menghimbau masyarakat untuk tidak lalai pada semua protokol kesehatan. Upayakan tetap di rumah jika tidak ada urusan yang sangat penting.

“Jangan sia-siakan pengorbanan kita selama tiga bulan terakhir. Semua orang bisa beresiko tertular dan menularkan,” katanya.

Seperti ketahui, Covid-19 ini bisa menyerang siapapun dan dimanapun. Orang yang terpapar virus ini, bisa menunjukkan gejala yang beragam. Ada yang menunjukkan gejala yang berat, namun ada juga yang tidak menunjukkan gejala sama sekali. Saat daya tahan tubuh tidak baik, maka berpotensi bisa sakit. Saat daya tahan tubuh baik, mungkin akan dapat bertahan, tetapi bisa menularkan ke kelompok rentan yang ada di sekitar kita. Seperti orang tua, lansia, anak-anak, ibu hamil, dan orang dengan penyakit kronis.

“Mari kita saling menjaga satu sama lain. Salah satunya dengan disiplin terhadap protokol kesehatan Covid-19,” pungkasnya. (end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar