Pendidikan & Kesehatan

Update Corona Jatim: Kesembuhan Pasien Covid-19 Terus Bertambah

Surabaya (beritajatim.com) – Berbagai upaya Pemprov Jatim dalam menangani pandemi Covid-19 terus menunjukkan progress yang menggembirakan. Per Rabu (26/8/2020), pasien yang terkonfirmasi negatif atau sembuh kembali bertambah sebanyak 348 orang.

Sehingga, total pasien sembuh di Jatim telah tembus ke angka 24.649 orang atau setara 78,68 persen. Jatim mencatat rekor kesembuhan tertinggi di Pulau Jawa.

Persentase kesembuhan tersebut juga membuat Jatim mampu bertahan melebihi persentase kesembuhan nasional. Di mana, berdasarkan data pasien sembuh di tingkat nasional mencapai 115.409 orang atau 72,1 persen.

Jatim juga mencatat rekor kesembuhan tertinggi di Pulau Jawa. Ini karena total kesembuhan di DKI Jakarta sebanyak 26.750 orang (75,40 persen), Jawa Barat 5.911 orang (60,02 persen), Jawa Tengah 8.366 orang (64,48 persen), Yogyakarta 892 orang (70,56 persen) dan Banten 1.836 orang (68,86 persen).

Terkait hal ini, Ketua Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuadi mengatakan, zona merah di Jatim menurun menjadi hanya tinggal dua, yakni Sidoarjo dan Tuban. Ini terendah selama dua bulan terakhir. Untuk zona kuning menjadi 12 daerah dan zona orange 24 daerah.

Ketua Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuadi

“Kami optimistis Jatim Insya Allah akan bisa segera melewati pandemi Covid-19,” kata dr Joni, Kamis (27/8/2020).

Dia menjelaskan, berdasarkan data per Rabu (26/8/2020) di Jatim dari jumlah pasien terkonfirmasi positif sebanyak 31.329 kasus (bertambah 331 kasus baru), yang masih dirawat 4.428 atau 14,13 persen. Sedangkan, yang konfirmasi meninggal bertambah 30 kasus menjadi 2.252 orang atau 7,19 persen.

Sedangkan, di tingkat nasional dari total pasien terkonfirmasi positif sebanyak 160.165, yang masih dirawat 37.812 atau setara 23,6 persen. Untuk konfirmasi meninggal nasional 6.944 orang atau 4,3 persen.

“Dengan pencapaian baik ini, saya harapkan Jatim akan bisa terus mempertahankan jumlah persentase kesembuhan melebihi kasus aktif yang masih dirawat. Terima kasih sekali lagi pada tenaga kesehatan, TNI-Polri, serta para relawan dan masyarakat yang terus ikut melawan Covid-19 di Jatim,” tutur Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menambahkan, bahwa intervensi agresif terus dilakukan untuk bisa menangani Covid-19 di Jatim. Di antaranya yaitu dengan meningkatkan kapasitas testing dengan 53 mesin PCR dan 23 mesin Tes Cepat Molekuler (TCM). Sehingga, kemampuan testing harian yang bisa dilakukan di Jatim mencapai 4.000-5.349 sampel.

Dengan dukungan mesin tersebut, per Rabu (26/8/2020) jumlah rapid test yang telah dilakukan di Jatim mencapai 927.529. Di mana, ini berarti 1 dari 43 penduduk Jatim telah dites cepat Covid-19 dengan rapid test. Sementara, jumlah sampel PCR yang diperiksa di Jatim mencapai 202.521, yang berarti 1 dari 222 penduduk Jatim telah dites Covid-19 dengan swab dan PCR Test.

“Kami terus konsisten meningkatkan kapasitas Testing, Tracing, dan Treatment (3T) dengan meningkatkan tes masif. Data Kemenkes RI menunjukkan pemeriksaan PCR di Jatim konsisten tertinggi nomor 2 setelah Jakarta. Jumlah rapid test yang telah dilakukan di Jatim, tertinggi di Indonesia. Dengan populasi Jatim sekitar 40 juta jiwa penduduk,” imbuh Ketua Rumpun Tracing Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso.

Selain itu, juga ditunjang dengan optimalisasi RS Lapangan Indrapura untuk percepatan penanganan penyembuhan pasien ringan dan tanpa gejala. Efektivitas penanganan yang diberikan RS Lapangan juga sudah banyak diakui oleh pasien yang pernah dirawat di sana.

Bahkan, beberapa  pasien yang dirawat di sana hasil swabnya sudah dinyatakan konversi negatif atau sembuh, padahal baru dirawat kurang dari seminggu.

Kuncinya, adalah pemberian makanan yang bergizi tinggi, ruang perawatan yang nyaman, pemberian vitamin yang cukup, senam pagi rutin, monitoring yang ketat dari para nakes hingga pendampingan saat pulang untuk menghindari stigma warga sekitar.

Khofifah kembali meminta kepada masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Menurutnya, jangan sampai kesembuhan ini justru membuat masyarakat terlena dan abai karena bahaya masih mengancam. Mengingat dalam beberapa hari ini juga masih ditemukan kluster baru yang membuat jumlah kasus tiba-tiba meningkat cukup signifikan.

“Kepada masyarakat jangan bahagia berlebihan, sehingga lupa kalau Jatim masih dalam situasi darurat. Semua berpotensi tertular dan menularkan. Tetap waspada dan disiplin mengikuti protokol kesehatan yang berlaku,” pungkasnya. (tok/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar