Pendidikan & Kesehatan

Operasi Lilin Semeru 2020 dan Operasi Yustisi

Upaya Putus Rantai Sebaran Covid-19 di Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Menjelang perayaan Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 alias Nataru, dijadikan sebagai momentum tepat oleh sejumlah personil gabungan lintas sektoral di kabupaten Pamekasan, untuk memutus rantai penyebaran Coronavirus Disiase 2019 alias Covid-19.

Salah satunya melalui giat Operasi Lilin Semeru 2020 yang digagas Polres Pamekasan, di mana dalam giat pengamanan Nataru juga difokuskan untuk memaksimalkan edukasi dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan Covid-19.

“Operasi ini juga kita lakukan dengan bekerjasama dengan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Pamekasan, sehingga pada pelaksanaan pengamanan Nataru ini, kita juga akan aktif melakukan Operasi Yustisi untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 khususnya di Pamekasan,” kata Kabag Ops Polres Pamekasan, AKP I Komang Yuwandi Sastra, Selasa (22/12/2020).

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga mengimbau seluruh masyarakat agar menahan diri melakukan aktivitas di luar rumah. Sekaligus menghindari kerumunan sebagai langkah antisipatif sekaligus mencegah penyebaran Covid-19. “Silahkan lakukan kegiatan positif dan kurangi kegaitan yang hura-hura, apalagi sampai berkerumun,” imbaunya.

“Hal ini dilakukan sebagai langkah konkrit, sekaligus upaya agar bisa menekan penyebaran Covid-19 di masyarakat. Tidak kalah penting, tetap selalu waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan melalui 3M, rajin mencuci tangan, selalu menggunakan masker dan selalu jaga jarak,” ungkapnya.

Sebelumnya Kapolres Pamekasan, AKBP Apip Ginanjar menyampaikan giat operasi lilin semeru dilakukan sebagai langkah menciptakan suasana aman, damai dan tertib. “Dengan Operasi Lilin Semeru ini, nantinya kita harapkan tercipta suasana aman dan tertib. Sehingga operasi ini akan berlangsung hingga beberapa hari kedepan,” jelasnya.

“Dari itu kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap pandemi ini. Sehingga untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, kami imbau masyarakat agar tidak melakukan rangkaian kegiatan dengan melibatkan massa,” imbau Apip Ginanjar.

Hal tersebut selaras dengan tujuan dari Operasi Yustisi yang dibentuk Pemkab Pamekasan melalui giat Operasi Yustisi, di mana operasi tersebut dilakukan sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. “Tujuan operasi ini sebagai upaya mengajak masyarakat agar selalu waspada, serta selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan,” kata Kabid Penegakan Perundang-Undangan Satpol-PP Pamekasan, Yusuf Wibiseno.

Selain itu pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi bagi masyarakat untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Kami terus melakukan operasi, tidak hanya bagi pengendara tetapi juga ke berbagai pusat keramaian. Seperti pasar, kafe, pusat peebelanjaan, lokasi wisata dan lainnya,” ungkapnya.

“Tujuan dari kegiatan ini mengajak masyarakat agar segara sadar pentingnya menerapkan protokol kesehatan. Ingat pesan ibu, 3M; rajin mencuci tangan, selalu memakai masker, serta  menjaga jarak. Hal itu sebagai langkah antisipasi agar terhindar dari virus,” pungkasnya.

Berdasar rekap pelanggaran Peraturan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 Pamekasan, 14 September hingga 13 Desember 2020. Total pelanggar operasi yustisi terdata sebanyak 949 orang, meliputi sebanyak 435 orang sanksi sosial (teguran), serta sebanyak 514 orang mendapat sanksi denda administratif.

Sementara update sebaran virus corona yang dikeluarkan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Pamekasan, terdata sebanyak 638 orang dinyatakan positif. Meliputi sebanyak 160 orang dalam tahap isolasi, 54 orang meninggal dunia, serta sebanyak 424 orang lainnya dinyatakan sembuh.

Sementara untuk status suspect terdata sebanyak 1093 orang, meliputi sebanyak 48 orang dalam tahap pengawasan intensif, 76 orang meninggal dunia, serta 969 orang lainnya dinyatakan selesai alias Negatif Covid-19. [pin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar