Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Upaya Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak Harus Diperkuat

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sejumlah pegiat dari berbagai Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) yang tergabung dalam Aliansi Peduli Perempuan dan Anak (APPA) Kabupaten Bojonegoro menekan agar pembuat kebijakan lebih serius mengawal kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Terutama dalam penyusunan Raperda Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A).

Dalam kesempatan tersebut, para pegiat APPA menyampaikan berbagai aspirasi dan usulan mengenai Raperda Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A). Karena meskipun Raperda P3A ini telah masuk dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2022. Namun hingga saat ini belum ada kepastian pembentukan Panitai Khusus (Pansus) oleh DPRD melalui Rapat Paripurna.

APPA meminta agar pimpinan dan anggota perempuan DPRD Bojonegoro menunjukkan komitmen kuat, memiliki kepedulian dan keberpihakan, turut serta mengawal kebijakan penguatan perlindungan perempuan dan anak dari segala tindak kekerasan.


Direktur Bojonegoro Institute, Aw Syaiful Huda, yang juga merupakan perwakilan APPA mengatakan, bahwa kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Indonesia belakangan ini, perlu mendapat perhatian serius para pemangku kebijakan di daerah.

“Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini ibarat fenomena gunung es. Artinya kasus di lapangan bisa jadi jauh lebih banyak daripada data yang dilaporkan. Karena ada suatu hal, diantaranya karena perlindungan terhadap korban sangat lemah, maka mereka banyak yang tidak berani melapor,” ujar Awe, Senin (8/8/2022).

Dia menilai, kebijakan perlindungan terhadap anak dan perempuan dari tindak kekerasan harus holistik dan terintegrasi, yakni lintas sektor dan melibatkan multistakeholder dan multi pihak. Memuat upaya dan strategi pencegahan, penanganan pengaduan, perlindungan hukum dan layanan kesehatan, pemulihan atau rehabilitasi, hingga bantuan pemberdayaan ekonomi bagi para korban.

Awe menegaskan, upaya pencegahan harus benar-benar diutamakan dan diperkuat, misalnya, dengan menggalakkan sosialisasi tentang bentuk-bentuk kekerasan, pendidikan kritis tentang kesetaraan gender, edukasi tentang hak-hak perempuan dan anak. Selain itu para pemangku kebijakan harus membangun kepedulian dan partisipasi warga masyarakat dalam pencegahan dan memberikan perlindungan perempuan dan anak dari tindak kekerasan.

“Perlu dibentuk jejaring sosial untuk membangun sistem pencegahan kekerasan, hingga pemetaan lokasi atau wilayah rawan terjadinya tindak kekerasan,” imbuhnya.

Upaya Pemerintah Daerah dalam perlindungan perempuan dan anak dari tindak kekerasan, selama ini masih dinilai cenderung kuratif. Yakni jika ada kasus baru ditangani. Sedangkan upaya preventif masih jauh dan minim dilakukan.

Dalam penanganan pengaduan, harus dipastikan korban mendapatkan layanan yang sekiranya membuat mereka aman dan nyaman. Tersedianya kontak layanan pengaduan yang bisa diakses setiap saat, serta ditindaklanjuti dengan cepat, sesuai dengan standar pelayanan pengaduan korban kekerasan. Termasuk di dalamnya menjaga kerahasiaan data korban, pemberian bantuan hukum, layanan kesehatan fisik dan psikologi bagi korban.

Awe juga menyinggung salah satu bentuk kekerasan terhadap anak, yang belum terlalu familiar bagi khalayak umum, yakni bentuk kekerasan yang disebut dengan istilah “Child Grooming”, yakni hubungan konsensual antara orang dewasa dengan anak di bawah umum.

“Jika ada orang dewasa menjalin hubungan dengan anak di bawah umur, ini disebut Child Grooming, yang dalam masyarakat modern dianggap sebagai bentuk kekerasan terhadap anak,” tambahnya.

Alasannya, karena ada relasi kuasa yang tidak setara antara anak-anak dengan orang dewasa. Anak di bawah umur dianggap belum memiliki kemampuan untuk memilih atau membuat keputusan yang rasional. Selain itu, anak-anak juga rentan dimanipulasi dan dieksploitasi oleh orang dewasa.

“Hanya saja Child Grooming ini belum begitu familiar bagi masyarakat, masih banyak yang menyepelekan, menormalisasi atau mewajarkannya,” pungkas Awe. [lus/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev