Pendidikan & Kesehatan

Upaya Pemulihan Sektor Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19

Pamekasan (beritajatim.com) – Pandemi Coronavirus Disease 2019 alias Covid-19 hampir melanda seluruh negara di dunia dan berdampak sistemik pada berbagai dimensi kehidupan, tidak hanya pada sektor kesehatan, tetapi juga pada sektor lain seperti sosial budaya, politik hingga ekonomi.

Jenis penyakit dengan penyebaran relatif cepat tersebut, juga berdampak sistemik terhadap tatanan sektor ekonomi dunia. Bahkan berdasar data International Monetary Fund (IMF), pendemi Covid-19 menyebabkan kerugian perekonomian global sekitar 12 triliun dolar AS atau sekitar Rp 168 ribu triliun (kurs Rp 14 ribu).

Tidak hanya itu, IMF juga mencatat sektor perekonomian global juga jatuh ke dalam jurang krisis pasca sekitar 95 persen negara-negara di dunia diproyeksi mengalami kontraksi atau menderita pertumbuhan ekonomi negatif akibat pandemi Covid-19.

Kondisi tersebut tentunya menjadi persoalan tersendiri untuk sektor kesehatan dan ekonomi global, bahkan persoalan tersebut menjadi prioritas pemerintah dalam upaya menyelamatkan bangsa dari krisis global akibat pandemi yang belum diketahui secara pasti tentang batas akhir dari pandemi.

Dampak sistemik pandemi global ini tidak hanya dirasakan oleh pemerintah pusat khususnya di Indonesia, tetapi juga berimbas pada seluruh daerah termsuk di wilayah Provinsi Jawa Timur, tidak terkecuali di kabupaten Pamekasan, Madura.

Sedikitnya terdapat tiga sektor ekonomi terdampak pandemi, meliputi konsumsi rumah tangga atau daya beli masyarakat yang menopang sekitar 60 persen pertumbuhan ekonomi menurun drastis. Bahkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut konsumsi rumah tangga turun dari angka 5,02 persen pada 2019 ke angka 2,84 persen pada kuartal pertama 2020.

Terdampak lainnya juga menimbulkan ketidakpastian berkepanjangan dan mengakibatkan sektor investasi ikut melemah dan berimplikasi pada terhentinya sektor usaha. Bahkan tidak sedikit sejumlah perusahaan harus melakukan rasionalisasi guna menjaga keberlangsungan operasional, tidak jarang pula beberapa jenis usaha mikro di berbagai daerah terpaksa tutup.

Selain itu, kelemahan sektor ekonomi global juga mengakibatkan harga komuditas turun dan beberapa ekspor Indonesia ke beberapa negara juga terhenti. Termasuk bidang penerimaan sektor pajak hanya mencapai Rp 513,65 triliun atau 44,02 persen dari target sebesar Rp 1.198,8 triliun pada semester pertama 2020.

Berdasar Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 54 Tahun 2020, angka tersebut terkontraksi hingga mencapai angka sebesar 12,01 persen dibandingkan periode serupa pada tahun sebelumnya di angka sebesar Rp 604,3 triliun.

Pemulihan Sektor Ekonomi
Beragam upaya pemulihan sektor ekonomi dilakukan pemerintah secara terintegratif di tengah pendemi Covid-19, mulai dari pemerintah pusat, provinsi hingga daerah. Kedua sektor tersebut mendapat perhatian secara serius, terlebih keduanya juga memiliki peran vital demi menjaga keberlangsungan hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Salah satunya melalui launching program Bantuan Langsung Tunai (BLT), bantuan dana untuk kebutuhan pertanian, hingga bantuan modal usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. Termasuk juga dengan kembali menghidupkan sektor ekonomi berbasis lokal seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, melalui program Pelatihan Wirausaha Baru (WUB) yang dikenal dengan program Saputangan Biru.

Dalam pelatihan tersebut tercatat sekitar 1.690 orang dilatih mengikuti program yang digagas Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi (Disnakertrans) Pamekasan, melalui berbagai jenis usaha. Semisal kerajinan menjahit, bordir, membuat songkok, sandal hingga sepatu.

Bahkan dalam program pelatihan yang digelar gratis, pemkab Pamekasan juga memberikan bantuan sejumlah alat produksi sesuai dengan jenis keterampilan yang ditekuni. Hal tersebut tidak lain sebagai salah satu langkah konkrit yang dilakukan Pemkab Pamekasan untuk menguatkan sektor ekonomi lokal yang berorientasi pada sektor pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Sehingga dengan beragam upaya tersebut, sekaligus adanya sinergitas antara pemerintah pusat, provinsi (Jawa Timur) dan daerah. Diharapkan dapat menguatkan sektor ekonomi lokal yang ikut terdampak. Sekaligus berharap perputaran uang di daerah terus berjalan sebagaimana mestinya.

Upaya lain yang dilakukan Pemkab Pamekasan, juga pada bidang promosi UMKM melalui berbagai fasilitas milik pemerintah. Semisal promosi gratis melalui videotron hingga promosi melalui radio milik pemerintah, sesuai dengan edaran Bupati Pamekasan Nomor 430/237/432.013/2020 tentang Peningkatan Kegiatan Ekonomi Selama Pandemi Covid-19.

“Kebijakan ini merupakan salah satu komitmen sekaligus program terobosan Pemkab Pamekasan, di bawah kepemimpinan Pak Badrut Tamam dan Pak Raja’e. Tentunya sebagai upaya memulihkan sektor ekonomi di masa pandemi Covid-19,” kata Kabid Komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pamekasan, Arif Rahman, Jum’at (30/10/2020) lalu.

Namun mengacu pada regulasi tersebut, pihaknya juga memberikan batasan jumlah pelaku UMKM yang mempromosikan produk mereka melalui fasilitas pemerintah. Tentunya juga harus memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan. “Jadi untuk sektor UMKM ini merupakan prioritas, khususnya di masa pandemi ini,” ungkapnya.

“Semisal produk UMKM, PKL (Pedagang Kaki Lima) dan lainnya. Tentunya mereka juga harus tercacat sebagai warga kabupaten Pamekasan, sehingga mereka diperkenankan mempromosikan produk mereka melalui fasilitas pemerintah,” sambung pria yang akrab disapa Arif.

Tidak hanya itu, pihaknya juga gencar melakukan beragam upaya sosialisasi melalui berbagai jejaring media sosial (medsos). Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mempermudah dan menarik minat pelaku UMKM di Pamekasan. “Dari itu kami berharap peran serta insan pers untuk bersama, serta menjadi partner mempromosikan program ini,” pungkasnya. [pin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar