Pendidikan & Kesehatan

Unusa Surabaya Lakukan Kampanye Pentingnya K3

Surabaya (beritajatim.com) – Tahukah ada seberapa pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) atau bagi beberapa perusahaan besar menyebutnya dengan istilah Health, Safety, Security and Environment (HSSE)?.

K3 harus menjadi budaya bagi seluruh masyarakat, tak hanya mereka yang bekerja di proyek pembangunan gedung atau perusahaan saja yang harus menerapkannya.

“Sektor informal harus menerapkan K3 sebab banyak masyarakat tidak paham. Mereka hanya fokus pada pekerjaan selesai dan tuntas, dapat orderan, dapat uang, namun sering kali kurang memperhatikan aspek keselamatan dan Kesehatan kerja yang mengancam mereka saat bekerja,” beber Muslikha Nourma R, Dosen prodi Div K3 Unusa

Tak jarang banyak kasus kecelakaan kerja yang fatal karena tak memahami pentingnya menerapkan budaya K3. Dampaknya aktivitas pekerjaan bisa dirasakan saat itu juga atau efek jangka panjang.

Menyadari ketidak-tahuan akan K3 itu, Prodi Div K3 Unusa menggelar kampanye K3 di 9 sektor usaha informal seperti usaha pembangunan ruko (konstruksi), meubel, penggilingan padi, bengkel mobil, resto, bengkel las, home industri sandal dan percetakan. Kegiatan ini dilakukan di Sidoarjo, Gresik, Surabaya Dan Jombang.

“Sosialisasi ini dilakukan melalui kelompok-kelompok kecil oleh mahasiswa. Dan mahasiswa melakukannya di lingkungan sekitar tempat tinggal mereka demi mempersempit mobilitas mahasiswa selama pandemi,” jelasnya.

Ditambahkan, pihak kampus juga mendapat suport penuh dari PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) yang juga sedang memperingati Bulan K3 Nasional. Di TPS mahasiswa juga mensosialisasikan Resiko Bahaya di Tempat Kerja, Budaya 5R (Rapi, Resik, Ringkas, Rawat, Rajin), personal hygiene, mengenal Penyakit Akibat Kerja (PAK), Selamat Bekerja dengan APD (alat pelindung diri), Budayakan K3. [rea/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar