Pendidikan & Kesehatan

Untag Bantu Plunturan Ponorogo Jadi Desa Wisata Budaya

Ponorogo (beritajatim.com) – Sejak awal tahun 2020, Desa Plunturan mendeklarasikan diri untuk menjadi desa wisata budaya. Deklarasi dan haparan ini tampaknya menunjukkan arah yang sudah jelas untuk terwujud. Beberapa persiapan telah dikerjakan secara bertahap dan pasti. Perbaikan infrastruktur telah dilakukan, kualitas SDM selau ditingkatkan, dan kerja sama terus dikembangkan.

Ir. Gede Sarya, M.T. dan Aris Heri Andriawan, S.T., M.T., dosen Fakultas Teknik Untag Surabaya, memberikan penyuluhan tentang penataan lingkungan dan pola hidup sehat, pada tanggal 30 November 2020. Dalam kegiatan tersebut, juga diberikan hibah percontohan sanitasi berstandar internasional untuk homestay wisatawan.

Selain itu, kedua dosen tersebut juga melakukan kegiatan penelitian tentang pengembangan infrastruktur desa wisata budaya. Penelitian ini nantinya akan menghasilkan cetak biru Desa Plunturan sebagai desa wisata budaya.

“Dalam membangun desa wisata, salah satu hal penting yang harus dipersiapkan adalah infrastruktur desa. Kita harus tahu apa saja dan di mana saja infrastruktur yang harus diadakan. Blueprint yang kami hasilkan ini semoga dapat menjawab apa yang dibutuhkan oleh Desa Plunturan,” terang Ir. Gede Sarya, M.T.

Sektor wisata merupakan salah satu sektor idaman pemerintah daerah. Pasalnya, pengembangan sektor wisata dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Bahkan, mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Maka tidak mengherankan jika beberapa tahun terkahir semua daerah berlomba-lomba membuka destinasi wisata baru. Tak terkecuali adalah Desa Plunturan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo.

Kepala Desa Plunturan, Dwi Bintoro, S.T., menjelaskan bahwa Desa Plunturan memiliki berbagai macam potensi yang dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata, terutama adalah seni dan budaya. Desa Plunturan dikenal memiliki pertunjukan seni reyog khas Plunturan. “Desa Plunturan itu memiliki aktivitas-aktivitas budaya yang menarik dijadikan sebagai daya tarik wisata. Ada reyog, ada gajah-gajahan, ada seni pencak silat, maupun aktivitas budaya lainnya. Kami telah merencakan menggelar event selawenan, yaitu menggelar seni reyog setiap tanggal 25. Sayangnya sekarang masih terkendala covid-19,“ kata Pak Bin.

Lebih lanjut, Kepala Desa Dwi Bintoro menjelaskan, “Kami punya mimpi dan sangat berharap dapat mewujukan mimpi tersebut. Kami sangat bersyukur telah mendapatkan dukungan dari Untag Surabaya, sejak deklarasi awal tahun 2020 sampai saat ini. Dukungan ini meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri kami, masyarakat Plunturan, untuk mewujudkan menjadi desa wisata.”

Dukungan Untag Surabaya

Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memang mencanangkan program kemitraan dengan desa-desa untuk membangun desa dengan memanfaatkan potensi desa serta pengembangan desa wisata. Program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata dengan tema tersebut, maupun kegiatan penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh dosen. Program ini telah dilakukan di desa di Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo, Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang, Kecamatan Dukun dan Kedamean Kabupaten Gresik, serta Kecamatan Labang Kabupaten Bangkalan.

Di tahun 2020 ini, Untag Surabaya memberikan dukungan penuh kepada Desa Plunturan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo dalam mempersiapkan diri menjadi desa wisata budaya. Awal tahun 2020, Untag Surabaya telah mengirimkan rombongan mahasiswa untuk melaksanakan KKN di Desa Plunturan. Untag Surabaya juga mengalokasikan dana sebesar 180 juta rupiah untuk kegiatan penelitian dan pengabdian dosen di Desa Plunturan.

Ketua LPPM Untag Surabaya, Dr. Muslimin Abdurrahim, M.Sc., menjelaskan bahwa Untag Surabaya telah mengirimkan 18 tim untuk melaksanakan penelitian dan pengabdian di Desa Plunturan. “Kami telah menerjunkan 10 tim peneliti dan 8 tim pengabdi yang teridiri dari dosen dan mahasiswa untuk mendukung dan membantu persiapan Desa Plunturan menjadi desa wisata,” terangnya. “Untag juga telah memfasilitasi kerja sama luar negeri untuk persiapan Desa Plunturan ini,” tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa program-program seperti ini akan terus dilanjutkan di tahun depan secara kontinu. Program ini merupakan perwujudan Untag Surabaya dalam ‘Mengabdi untuk Negeri’. [but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar