Pendidikan & Kesehatan

Unmer Bantah Acara Wisuda Dibubarkan oleh Satpol PP

Tim Gabungan Penegakan Disiplin Protokol Covid-19 menghentikan proses wisuda Universitas Merdeka (Unmer) Malang. (Humas Pemkot Malang)

Malang (beritajatim.com) – Universitas Merdeka (Unmer) Malang mengklarifikasi bahwa wisuda kampus mereka dibubarkan atau dihentikan oleh Tim Gabungan Penegakan Disiplin Protokol Covid-19 Kota Malang yang terdiri dari Satpol PP, TNI dan Polri. Kepala Biro Humas Unmer Malang, Ana Mariani mengungkapkan, Satpol PP datang sekira satu jam setelah acara wisuda selesai.

“Faktanya tidak ada pembubaran. Cuma ditanya-tanya, tidak ada pembubaran. Faktanya wisuda sudah selesai dan tidak ada orang. Pejabat Unmer sudah pulang sudah di rumah semua,” kata Ana, Minggu (13/12/2020).

Ana mengatakan, wisuda yang mereka lakukan telah direncanakan jauh hari sebelum surat edaran Walikota Malang Nomor 30 Tahun 2020 yang memberikan larangan pelaksanaan wisuda dilakukan secara luring atau tatap muka atau dilaksanakan dengan menghadirkan secara lansung para wisudawan/wati disahkan.

“Kita sudah koordinasi dengan Korem dan Polresta Malang Kota. Kita memang tidak pernah meminta izin, yang benar pemberitahuan, karena ini kegiatan akademis internal. Ke Polsek Sukun, Koramil Sukun sudah kita pemberitahuan untuk meminta bantuan personel. Semuanya sudah siap untuk pemberitahuan,” ujar Ana.

Di tengah persiapan yang sudah matang, tanggal 10 Desember 2020 wali kota mengeluarkan surat edaran itu. Unmer Malang menerima surat edaran pada 11 Desember 2020. Surat edaran mereka terima H-1 jelang wisuda dilakukan. Sementara Wisuda di Unmer dilakukan dengan dua gelombang. Gelombang pertama 12 Desember dan gelombang kedua Minggu, 13 Desember 2020.

“SE wali kota kita terima tanggal 11 Desember, ditandatangani tanggal 10 Desember terus bagaimana kita batalkan padahal wisuda sudah di depan mata. Undangan sudah menyebar, hanya wisudawan dan orangtua yang boleh hadir. Dan tidak mengundang siapa-siapa,” tutur Ana.

Unmer kemudian memutuskan untuk berkoordinasi langsung dengan Pemerintah Kota Malang melalui bagian Humas. Dari sana mereka diarahkan ke ajudan wali kota karena wali kota Sutiaji sedang karantina. Koordinasi ini dilakukan untuk memberitahu bahwa mereka akan melakukan wisuda. Ajudan menyarankan bertemu dengan assisten 1 Pemkot Malang.

“Kita diarahkan ke asisten dan kita bertemu kita serahkan lah surat itu pemberitahuan. Kita menunggu sampai Sabtu pagi tidak ada kabar. Dan di hari Sabtu, berlangsung lancar. Minggu kita lakukan jam 8 kita mulai jam 9 selesai begitu selesai mendengarkan pidato pak rektor dan Pangdam V Brawijaya mereka langsung keluar satu persatu tanpa closing. Begitu acara selesai menghubungi orangtua masing-masing ke kendaraan tinggalkan lokasi. Kira-kira sudah pulang semua datanglah Satpol mereka datang jam 10.00 WIB ketika acara sudah bubar,” tandas Ana. [luc/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar