Pendidikan & Kesehatan

Universitas Narotama Surabaya Gelar Seminar Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

Surabaya (beritajatim.com) – Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama mengadakan Seminar Hukum dan Konstruksi bertema Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (PBJP).

Seminar tersebut menghadirkan Kepala Sub Bagian Layanan PBJ Sekretariat Daerah Kab. Gresik, Sanusi Burhanudin, S.T.,M.MT sebagai pembicara.

Sanusi mengatakan pada para peserta yang merupakan mahasiswa Teknik Sipil bahwa mereka harus memahami tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah. Pasalnya, masalah pengadaan barang dan jasa saat ini berada di peringkat 2 tingkat korupsi di seluruh Indonesia setelah masalah suap.

“Maka dari itu pemahamannya harus ditingkatkan. Masalah suap pun juga seringkali berkaitan tentang pengadaan barang dan jasa. Padahal PBJ ini sudah diatur dalam banyak sekali peraturan resmi pemerintah,” tuturnya.

Sanusi melanjutkan, PBJP terdiri atas barang, jasa konsultasi, pekerjaan konstruksi, dan jasa lainnya. Untuk mahasiswa Teknik Sipil, ia menekankan pada bidang pekerjaan konstruksi.

Ia menjelaskan sistem tender saat ini semua sudah berbasis IT dan ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan.

“Saat ini pekerjaan konstruksi memiliki segmentasi untuk pemberdayaan usaha kecil. Pekerjaan konstruksi yang nilainya di bawah Rp 10 Milyar masuk kategori kecil, 10-100 Milyar masuk kategori menengah, dan di atas 100 Milyar masuk ketagori besar,” jelasnya.

Sehingga, ia memaparkan, perusahaan besar tidak bisa mengerjakan proyek dengan nilai kecil. Jadi usaha kecil pun tidak perlu bersaing dengan perusahaan besar dalam tender.

Ketua Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama, Ronny Durrotun Nasihien, S.T.,M.T berharap semoga seminar Hukum dan Konstruksi ini dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa dan program studi.

“Seminar ini adalah media menambah keilmuan mahasiswa terutama semester atas dengan ilmu praktis dari pemateri dari luar kampus. Ini memang selalu kami lakukan dan semoga terus konsisten,” tutupnya.[adg/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar