Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Universitas Jember Terima Lima Mahasiswa Baru Usia 16 Tahun

M. Abdul Karim Al Hakim

Jember (beritajatim.com) – Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menerima lima orang mahasiswa baru yang masih berusia 16 tahun. Total untuk tahun akademik 2021/2022, Universitas Jember menerima 7.644 mahasiswa baru, yang terdiri dari 7.062 mahasiswa jenjang sarjana dan 582 mahasiswa jenjang diploma.

Lima mahasiswa baru berusia 16 tahun itu adalah Paramitha Kartika Dewi yang diterima di Program Studi Pendidikan Biologi, Putri Mulya Anggraini yang diterima di Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), M. Abdul Karim Al Hakim dan Regina Callista Nailah Puspamaya yang kuliah di Fakultas Kedokteran, dan Agung Fadlullah Ahmad yang diterima di Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik.

“Saya punya prinsip, harus bisa sejajar dengan mereka yang ada di peringkat terbaik di sekolah, caranya yah giat belajar,” kata Paramitha, anak kedua pasangan Fauzi dan Eni Nisfuatin Nida yang tinggal di Desa Umbulsari, Kecamatan Umbulsari ini, sebagaimana dilansir Humas Unej.


Paramitha sebelumnya adalah MTsN 2 Jember dan MAN 2 Probolinggo. Dia hanya butuh waktu dua tahun untuk menyelesaikan dua sekolah itu melalui program kelas akselerasi. “Masuk ke kelas akselerasi membuat saya harus selalu siap belajar sesuatu yang baru dalam waktu cepat,” kata perempuan yang diterima di Unej dalam usia 16 tahun 6 bulan dan 23 hari ini.

Sementara itu Karim diterima di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jember dalam usia 16 tahun 4 bulan 12 hari. Dia tidak ikut kelas akselerasi semasa sekolah. Namun dia mengawali masa sekolah dasar dua tahun lebih awal, yakni pada usia lima tahun, di SD Cendekia Taka Bulungan, kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Saat Karim duduk di kelas lima, jumlah siswa kelas enam yang menjadi peserta ujian nasional kurang. “Lantas saya dites apakah layak ikut Ujian Nasional, eh ternyata dinyatakan bisa ikut Ujian Nasional. Alhamdulillah saya lulus Ujian Nasional dan lanjut ke SMP walau usia masih 10 tahun,” kata putra pasangan Amin dan Shofiyah Noer Layliah ini.

Dari Bulungan, Hakim pindah ke Malang dan bersekolah di MAN 2 Kota Malang. Di sana dia belajar Bahasa Jawa dari kawan-kawannya. Terakhir, Hakim dan orang tuanya pindah ke Desa Pekarungan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Hakim memilih FK Unej karena mengikuti jejak sang kakak, Sayyidah Auliany Aminy. Selama dua bulan penuh sebelum tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dia belajar intensif di bawah bimbingan Sayyidah dan mengerjakan latihan soal maupun mengikuti banyak kegiatan try out. Kelak ia ingin menjadi dokter spesialis jantung.

Hakim dan Paramitha tidak pernah kehilangan kepercayaan diri karena usia. “Tidak ada kesulitan bergaul dengan kawan yang lebih tua, ngobrolnya tetap nyambung tuh. Malah saya sering dibantu oleh kawan-kawan jika ada kesulitan,” kata Paramitha, diamini Hakim. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar