Pendidikan & Kesehatan

Universitas Jember Tengah Seleksi Mahasiswa Program Magang Berbayar

Ika Barokah Suryaningsih, Sekretaris Aliansi Program Studi Manajemen dan Bisnis Indonesia (APSMBI) Wilayah Regional Jawa, Bali dan Nusa Tenggara,

Jember (beritajatim.com) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tengah menyeleksi mahasiswa yang akan diikursertakan dalam program magang berbayar.

FEB Unej bekerjasama dengan PT. Inti Daya Sejati. “Dalam program magang berbayar ini, mahasiswa magang selama enam bulan di berbagai cabang PT. Inti Daya Utama di Indonesia, dan selama magang mereka sekaligus mendapatkan penghasilan,” kata Ika Barokah Suryaningsih, Sekretaris Aliansi Program Studi Manajemen dan Bisnis Indonesia (APSMBI) Wilayah Regional Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, sebagaimana dilansir Humas Unej, Rabu (8/9/2021).

Menurut Ika, sudah ada 10 mahasiswa yang magan. “Semester ini kami diminta mengirimkan kembali mahasiswa di program magang berbayar,” katanya.

Magang kerja menjadi salah satu kunci program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). MBKM memberikan kesempatan bagi mahasiswa mencari pengalaman sekaligus ilmu di luar kampus berupa kegiatan magang, penelitian, program kemanusiaan, kewirausahaan dan kegiatan lainnya.

FEB Universitas Jember juga mengirimkan mahasiswa untuk magang di industri keuangan dan pemerintahan. Dekan FEB Istifadah mengatakan, salah satu lokasi magang adalah Bank Syariah Indonesia. Selain memberikan pengalaman kerja, bank ini juga memberikan pelatihan bagi mahasiswa yang magang.

“Sementara kerjasama dengan pemerintah kami wujudkan melalui MoU dengan Pemerintah Kabupaten Jember,” kata Istifadah. Beberapa dosen magang di Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jember dan Dinas Pariwisata Jember.

Rektor Unej Iwan Taruna menegaskan, tantangan dunia pendidikan tinggi saat ini adalah bagaimana mengurangi kesenjangan antara kemampuan lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. “Selain harus memiliki knowledge, skill dan attitude, lulusan dunia perguruan tinggi diharapkan tangguh dan adaptif di era revolusi 4.0 yang selalu dinamis,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Iwan, program MBKM memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mencari pengalaman di luar kampus, bahkan hingga tiga semester. “Ini bertujuan memberikan pengalaman kerja bagi mahasiswa, sekaligus membuka masukan dari dunia industri bagi perguruan tinggi,” katanya.

Magang kerja ini menjadi salah satu pembahasan dalam sidang pleno Aliansi Program Studi Manajemen dan Bisnis Indonesia (APSMBI) di Unej, Selasa (7/9/2021). Pengurus APSMBI ingin agar program kerja mereka selanjutnya selaras dengan program MBKM yang digagas oleh KemendikbudRistek. [wir/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar